Wawancara M. Farazandeh (2)

Tuhan kaum Sunni dan Syiah sama

Reporter : Faisal Assegaf | Jumat, 8 Maret 2013 13:39




Tuhan kaum Sunni dan Syiah sama
Dubes Iran Mahmud Farazandeh saat bertamu ke kantor rekadi merdeka.com, Selasa (5/3). (merdeka.com/imam buhori)

Merdeka.com - Konflik berdarah antara Sunni dan Syiah masih terus berlangsung di sejumlah negara, seperti Pakistan, Irak, Libanon, dan Indonesia. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmud Farazandeh mengakui dikotomi ini telah meretakkan persatuan umat Islam.

Padahal, kata dia, tidak ada perbedaan mendasar antara ajaran kelompok Sunni dan Syiah. "Alquran Sunni dan Syiah sama, Tuhannya Syiah dan Sunni juga tidak berbeda," kata Farazandeh saat bertamu ke kantor redaksi merdeka.com, Jalan Tebet Barat IV nomor 3, Jakarta Selatan, Selasa (5/3).

Berikut penuturannya.

Bagaimana soal konflik Sunni dan Syiah?

Dua kata ini menjadi sumber keretakan. Kita ini muslim dan tidak ada perbedaan. Imam Syafii dan Imam Hanafi adalah murid dari Imam Jakfar Sadiq, salah satu imam bagi kaum Syiah. Jadi Jakfar Sadiq menjadi orang pertama yang menulis fiqih Sunni.

Sekarang ini Islam adalah kekuatan, lebih dari dua miliar penganut, sumber ekonomi melimpah, dan kesempatan berkembang secara ekonomi sungguh besar.

Soal tragedi Sampang, mereka membunuh dengan alasan Alquran orang Syiah berbeda. Itu bohong. Hanya ada satu Alquran untuk seluruh kaum muslim. Alquran Sunni dan Syiah sama, Tuhannya Syiah dan Sunni juga tidak berbeda.

Apakah komunitas Yahudi juga ada di Iran?

Yudaisme diakui sebagai agama oleh Islam. Yang menarik buat Anda ketahui, jumlah penduduk Yahudi terbesar setelah Israel ada di Iran. Jumlah mereka kecil, namun mereka memiliki perwakilan di parlemen.

Berapa jumlah orang Yahudi di Iran?

Sekitar 30-40 ribu orang. Biasanya satu kursi parlemen mewakili 1,5 juta warga, namun kaum Yahudi dibolehkan mendapat jatah satu kursi. Karena kami ingin mereka ada di sana (parlemen), kami ingin mendengar keinginan mereka. Yahudi di Iran adalah orang Yahudi, sedangkan Zionisme merupakan gerakan politik, berbeda dengan Yudaisme. Kadang orang sering mencampuradukkan antara Yahudi dan Zionisme.

Bagaimana Iran memperlakukan kelompok minoritas?

Mereka sama seperti warga negara Iran lainnya, Bukan cuma Yahudi, kaum Kristen pun mendapat keistimewaan. Mereka juga memiliki perwakilan di parlemen. Namun cerita soal ini tidak pernah dibikin, tidak pernah dibahas. Media-media Barat lebih suka membikin cerita sendiri mengenai Iran.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Iran

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Warga Palestina dilarang jual tanah atau rumah ke orang Yahudi
  • Jika ada menteri bermasalah dilantik, KPK sebut Jokowi abai
  • [FOTO] Cantiknya Demi Lovato saat lelah dan berkeringat
  • Pasoepati rusuh, motor polisi dibakar di luar Stadion Manahan
  • Skenario Jokowi umumkan menteri: Naik kapal & dikasih helm
  • Wali Kota Tangerang usul Jokowi ubah nama Bandara Soekarno-Hatta
  • Apakah 'alien' buta ini nenek moyang manusia?
  • Samad ingatkan Jokowi patuhi rekomendasi KPK soal calon menteri
  • Komarudin bantah ketemu Presiden Jokowi bahas kabinet
  • Bocorkan keburukan agensi, Lee Hoo ZE A dipaksa vakum
  • SHOW MORE