Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suryadharma Ali bikin pecah kongsi

Suryadharma Ali bikin pecah kongsi Suryadharma Ali ditahan KPK. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kasus korupsi yang menyeret Suryadharma Ali berbuntut panjang. Tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan pecah kongsi.

Persoalan itu dipicu atas kehadiran Suryadharma Ali, Wakil Ketua Majelis Syariah PPP Nur Muhammad Iskandar dan fungsionaris PPP Djan Faridz, pada kampanye Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Minggu (23/3) lalu.

Para kader partai berlambang Kabah itu tak terima sang ketua umum hadir di kampanye partai besutan Prabowo Subianto itu. Meski Suryadharma mengaku kedatangannya untuk mendukung Prabowo itu merupakan silaturahmi politik yang memiliki nilai positif untuk bangsa dan negara, nyatanya kisruh internal di partai yang identik dengan warna hijau itu tak terelakan. Para kader tetap kecewa atas manuver politik Suryadharma.

Ketua Majelis PPP Zarkasih Nur bahkan menyebut tindakan yang dilakukan Suryadharma merupakan sebuah 'selingkuh' politik. Menurutnya, 'selingkuh' politik yang dilakukan Suryadharma memiliki pengaruh besar bagi kader-kader muda PPP di bawah. Bahkan, elite DPP dan 26 DPW PPP pun mengeluarkan mosi tidak percaya pada Suryadharma dan mendesak digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB). Namun, hal itu dijawab Suryadharma dengan pemecatan.

Suryadharma memecat Suharso Monoarfa sebagai Wakil Ketua Umum PPP dan empat pengurus yang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yakni; Ketua DPW PPP Jawa Barat Rahmat Yasin, Ketua DPW PPP Sumatera Utara Fadli Nursal, Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffa Noer dan Ketua DPW PPP Sulawesi Amir Uskara.

Suryadharma menegaskan surat pemecatan tersebut sudah harga mati. Dia tidak akan membuka upaya mediasi antar kedua belah pihak. Meski kisruh internal disebabkan kehadirannya di kampanye Partai Gerindra, Suryadharma justru makin 'jatuh cinta' pada capres Gerindra Prabowo Subianto.

Bahkan, sedang hangatnya kasus korupsi haji yang menyeret namanya jadi tersangka, Suryadharma menyatakan bahwa partainya mendukung pencalonan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2014.

Pecah kongsi kepengurusan PPP berlarut hingga dua kubu saling mengadakan musyawarah nasional di tempat berbeda. Kubu Suryadharma Ali dengan dimotori Djan Faridz mengadakan Munas di Jakarta.

Sementara kubu Suharso Monoarfa mengadakan Munas di Surabaya dengan dikomandoi Romahurmuziy (Romi). Hasil Munas Jakarta menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum menggantikan Suryadharma Ali. Sedangkan hasil Munas Surabaya menguatkan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan Romi sebagai ketua umum.

Namun, islah atau upaya damai kedua kubu menjelang hingga setahun setelah pemilihan presiden tidak juga menunjukkan titik terang. Bahkan pecah kongsi keduanya berlarut menjelang pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember mendatang. Padahal putusan Mahkamah Agung (MA)pada Oktober 2015 kemarin menegaskan PPP tetap dipimpin Suryadharma Ali. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP