Sopir menjelma kurir
Merdeka.com - Melayani antar jemput kru penerbangan sudah dilakoni hampir lima tahun. Mulai mengantar pilot atau pramugari dari penginapan sampai ke bandara saban kali pesawat mendarat.
Kegemaran mengonsumsi narkotik, membikin dia menjadi pemasok barang haram ke kru penerbangan. OP, inisial namanya, menjadi tumpuan para pilot dan pramugari meminta barang haram.
"Apa saja mereka minta, ijo (ganja), putih (sabu), atau vitamin(ekstasi) juga pernah. Beberapa memang suka konsumsi," katanya kepada merdeka.com di Jakarta pekan lalu. Dia mengantar sesuai pesanan di saat libur kru penerbangan.
Mereka tidak punya banyak waktu untuk mencari barang setan itu. Biasanya mereka langsung menelepon OP.
OP mendapatkan fulus lebih dari pekerjaan gelap tambahannya. "Soal harga mereka tak pernah komplain," ujarnya. Terpenting aman dari petugas dan kualitas barang jempolan, fulus tidak jadi kendala.
OP pernah mengantar pramugari ke tempat hiburan di Jakarta Barat. Selain itu, dia ikut mengantar ekstasi buat berpesta malam kala libur terbang sang pramugari.
Kadang OP selalu dihadiahi minuman keras dari luar negeri. Sebab kerap menjadi sopir sekaligus kurir banyak temannya sering menghadiahi secara percuma. "Kalau lagi antar pulang ke rumahnya(pilot) sering dikasih," ujar pria asli Jakarta itu.
Namun dia tidak pernah tahu mereka mengonsumsi narkotik setelah atau sebelum mereka terbang. "Tak pernah tanya soal itu," kata lelaki kelahiran 1983 ini.
Pramugari maskapai swasta, Vivi, nama samaran, memang sering mendatangi hiburan malam bersama teman teman sesama kru. Di sana menenggak minuman keras dan narkotik sudah menjadi hal lumrah.
"Kalau sudah masuk diskotek, semua sama saja. Tinggal pilih maunya apa," ujarnya.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya