Setengah abad kuasa the Beatles
Merdeka.com - "Saya tidak pernah begitu histeris terhadap musik," kata penulis lagu Bonnie Hayes. Kedengarannya dia sangat terkejut dengan perilakunya itu.
Dia masih kelas tiga sekolah dasar saat melihat pertunjukan perdana The Beatles di Amerika Serikat. Seperti 73 juta pemirsa lain, dia bersama ayahnya menonton acara The Ed Sullivan Show menampilkan The Beatles menyanyikan lagu All My Loving di depan ratusan remaja putri sedang terbahak-bahak.
Edward Vincent "Ed" Sullivan adalah presenter beragam acara televisi. Namun dia lebih terkenal sebagai pemandu The Ed Sullivan Show disiarkan stasiun televisi CBS selama 23 tahun, sejak 1948-1971. Dia meninggal dalam usia 73 tahun tiga tahun kemudian.
Seperti sesuatu tidak pernah kami lihat sebelumnya," ujar Hayes, seperti dilansir surat kabar Christian Science Monitor Ahad lalu. "Ada sesuatu dalam diri empat lelaki berambut panjang dengan kepala berguncang-guncang dan membuat dasar hati saya memekik."
Ketika itu, Ahad, 9 Februari 1964. The Fab Four - sebutan terhadap grup musik beranggotakan John Lennon (vokal dan gitar), Paul McCartney (bass), Ringo Starr (drum), dan George Harrison (gitar) - telah merajai tangga musim Inggris. Namun banyak orang Amerika belum mendengar soal Beatles.
Rock 'n' roll tampaknya datang dan pergi dengan kematian Buddy Holly dalam kecelakaan pesawat pada 1959 setelah berkarier hanya satu setengah tahun dan transisi Elvis Presley dari penyanyi menjadi aktor pada 1961. "Keempatnya menjerit, memainkan alat musik, empat remaja asal Liverpool...dikenal sebagai the Beatles telah mengguncang seantero Amerika," tulis John Hughes dalam berita di laman muka koran CS Monitor dua hari berselang.
Setengah abad kemudian, the Beatles dibentuk di kota pelabuhan Liverpool, Inggris, pada 1960, mempengaruhi hampir tiap tangga musik populer saat ini.
Menurut Rachel Rubin, profesor budaya populer Amerika di Universitas Massachusetts, Boston, penyanyi solo Bruno Mars, band remaja One Direction, grup rock indie Cornershop, hingga band pop Fountains of Wayne, semua menggaungkan napas the Beatles dalam karya-karya mereka.
Bahkan musik hip hop mengidolakan the Beatles, musisi pertama menggunakan contoh-contoh suara non-musik dalam album rekaman mereka. "The Beatles menciptakan kamus musik sendiri dan sekarang begitu banyak menjadi bagian dari musik zaman sekarang," katanya.
"The Beatles termasuk paling mempengaruhi dalam penulisan lagu," puji Bonnine Hayes, kini profesor sekaligus kepala Departemen Punlisan Lagu di Berklee College of Music, Boston.
Hebatnya lagi, kata Stephen Schultz, profesor sejarah musik, anggota the Beatles hanya sedikit atau ada yang tidak belajar musik klasik. Tidak ada dari mereka membaca atau menulis musik. Dia mencontohkan McCartney belajar bermain piano semasa kecil. Di luar itu, kecerdasan musik mereka berasal dari kecintaan sejati atas musik dan kemampuan buat belajar dengan cara mendengarkan.
"Mereka mendengarkan banyak musik," tutur Schultz. Dia menjelaskan McCart ney mendengarkan banyak musik klasik, Lennon menguping rocnk 'n' roll, dan Harrison mendengarkan banyak musik India. "Semua itu memberi pengaruh."
The Beatles kini telah menjadi salah satu grup band terbesar sepanjang sejarah, kalau bukan yang terhebat. "Kita bisa mengajarkan musik hanya menggunakan lagu-lagu Beatles," kata Hayes.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya