Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Roadmap e-commerce: Jalur khusus pembiayaan startup

Roadmap e-commerce: Jalur khusus pembiayaan startup Ilustrasi e-commerce dan UKM. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah terus mematangkan rencana penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk startup atau perusahaan rintisan di bidang teknologi. Ini guna mendukung pencapaian target pertumbuhan seribu wirausaha teknologi atau teknopreneur hingga 2019.

"Sekarang, kami sedang mematangkan pembiayaan startup. Kemarin sudah dibahas soal kredit usaha rakyat, tapi belum teknis. Harus ada jalur khusus untuk penyaluran KUR startup," kata Deputi Bidang Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawady, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemerintah bisa menyalurkan kredit tersebut kepada perusahaan modal ventura. Dengan begitu, perusahaan tersebut memiliki kekuatan finansial untuk menjadi angel investor bagi pelaku startup.

Dengan kata lain, pelaku startup bisa mendapatkan pembiayaan dengan bunga murah. Sekedar informasi, bunga kredit usaha rakyat saat ini sebesar 9 persen per tahun.

Noor Izza, Pelaksana tugas Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informasi, menjelaskan alasan mengapa penyaluran pembiayaan kepada pelaku startup harus melalui perusahaan modal ventura. Menurutnya, karakteristik bisnis startup tidak sesuai dengan pola permodalan berbasis kredit.

Adapun pola permodalan yang tepat untuk perusahaan rintisan adalah investasi atau penyertaan modal. Atas dasar itu, perlu ada konversi dari penyaluran kredit kepada penanaman modal.

"Oleh karena itu perlu terobosan bagaimana agar KUR sebagai program pemerintah agar bisa menjadi kontribusi dalam mendorong startup," katanya saat ditemui terpisah.

"Polanya adalah dengan mendorong penyaluran KUR kepada Venture Capital atau Perusahaan Modal Ventura yang kemudian diarahkan untuk menjadi penyertaan modal ke dalam startup."

Perusahaan modal ventura, lanjut noor, akan melakukan valuasi dan evaluasi untuk menentukan startup mana saja yang berhak mendapatkan pembiayaan.

"Dana permodalan berada di PMV sehingga PMV yang sebaiknya menilai sesuai dengan analisis resiko, cost dan benefit dari startup."

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menargetkan regulasi terkait konversi pendanaan rampung tahun ini. Dengan begitu, pelaku startup bisa menikmati pembiayaan murah mulai tahun depan.

Dua perusahaan pelat merah dipertimbangkan untuk menjadi pengelola dana konversi kredit tersebut. Yaitu Bahana Securities dan Danareksa Sekuritas.

Pendanaan memang menjadi satu dari tujuh substansi penting terkandung dalam petajalan e-commerce Indonesia. Enam lainnya adalah logistik, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi.

Kemudian, pajak, pendidikan dan sumber daya manusia, dan keamanan siber.

Saat ini, petajalan tengah menunggu untuk disahkan menjadi Peraturan Presiden. Petajalan disusun untuk memudahkan pemerintah mencapai target transaksi e-commerce sebesar USD 130 miliar pada 2020.

Perdagangan elektronik di Tanah Air memang berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir ini. Pemicunya, pertumbuhan penetrasi internet di tengah 250 juta penduduk Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat nilai transaksi e-commerce di Indonesia sudah mencapai USD 4,89 miliar pada 2016. Meningkat ketimbang tahun lalu sebesar USD 3,56 miliar. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP