Petugas ATC gampang stres
Merdeka.com - Radar adalah salah satu alat bantu navigasi pilot di udara. Radar dikendalikan oleh petugas khusus memantau keberangkatan dan kedatangan pesawat atau pesawat hanya menumpang lewat saja. Sebagai alat bantu vital, umur radar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta disebut-sebut sudah uzur.
"Coba tanyakan pada mereka, jangan berapa kali, tapi tanyakan, sudah berapa puluh kali radar mati sepanjang 2011? Minta mereka transparan. Kenyataannya memang sudah tua kok," ucap pengamat penerbangan Alvin Lie. Persoalan radar sangat penting. "Bayangkan saja kalau tidak ada yang mengatur, pesawat bisa tubrukan.”
Padahal frekuensi penerbangan Bandar Udara Internasional Sokarno-Hatta, Cengkareng, salah satu bandara terpadat di Indonesia. Petugas pengawas radar di bawah Air Traffic Control menyebutkan sekitar 13.200 penerbangan dilayani atau sekitar 51 juta orang setahun.
Berikut penuturan Sekretaris Jenderal Indonesia Air Traffic Controllers Association Gatot Tri Anggodo saat ditemui Muhammad Taufik dan Islahuddin dari merdeka.com di gedung Garuda Indonesia, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (02/01) sore:
Bagaimana kondisi radar kita, masih bagus apa tidak?
Kondisi radar Bandara Soekarno-Hatta masih laik pakai karena terus diperbarui dan ada perawatan berkala. Jadi boleh dibilang masih bagus.
Radar bandara sudah tua, dibuat 1995. Artinya kini berumur 18 tahun. Padahal ada yang bilang seharusnya diganti setelah sepuluh tahun?
Itu pembuatannya mungkin iya. Tetapi penggunaanya? Pembuatan beda sama penggunaan. Contoh, pesawat Dakota dibuat 1945, tetapi sampai sekarang masih terbang karena komponen-komponen, misalkan usia sayap pesawat seharusnya lima ribu jam. Tetapi begitu masa bakti habis, 4.500 jam, sayap sudah diganti. Jadi mungkin modelnya lama, tetapi komponennya masih baru.
Apakah radar ATC harus direvitalisasi?
Sebenarnya kita hendak memasang alat baru. Kami sudah terbiasa dengan prosedur penerbangan ketat dengan aturan-aturan. Misalkan sebelum batas waktu pemakaian radar habis harus segera diganti. Kami sebenarnya sudah bersiap membeli radar baru, sudah ada program. Tetapi radar sekarang masih layak karena perawatannya bagus.
Kapan diganti?
Saya kurang tahu, yang jelas perawatannya jalan terus.
Tetapi langkah pembelian sudah ada?
Sudah ada. Radar itu adalah alat bantu saja, tetapi vital karena untuk memantau pesawat.
Kabarnya radar ATC belum memiliki batas minimum penerbangan?
Itu bukan radar. Itu prosedur. Kalau radar kita menjangkau jauh. Dan itu pakai relay dari mana-mana.
Penerbangan di Soekarno-Hatta sudah padat, apakah radar ATC masih mampu menangani?
Untuk masalah kepadatan jadwal penerbangan radar itu tidak ada batasannya. Kalau ada pesawat seratus misalnya, radar tidak akan drop. Tetapi kalau landasan bandaranya mungkin? Itu karena kapasitas landasan ada batasnya. Dalam satu jam, tidak hanya yang mendarat, tapi juga lepas landas. Misalkan kebetulan jadwal lepas landas pertama pesawat besar seperti, Boeing 747, di belakangnya pesawat kecil, Boeing 737. Standar jarak antar pesawat minimal kurang dari dua menit. Pesawat tidak akan mau konyol donk, kurang dari dua menit lepas landas. Pesawatnya bisa kebanting karena dari situ nanti akan muncul turbulensi.
Dari waktu itu kemudian kami hitung total. Untuk Bandara Soekarno-Hatta, satu jam itu terdapat 52 pesawat lepas landas dan mendarat di dua landasan tadi. Itu sudah sesuai prosedur. Jadi bukan berarti 60 menit harus 60 pesawat, bukan seperti itu. Karena ada jeda waktu pesawat tadi.
Benarkah ATC kekurangan tenaga, berapa jumlah sekarang dan idealnya?
Seluruh Indonesia sekarang ada sekitar 1.500 personel ATC. Tetapi untuk bandara di Cengkareng jumlahnya kurang lebih 250 sampai 300, itu masih sangat kurang. Idealnya, untuk seluruh Indonesia kita masih kekurangan 800 perseonel, sedangkan untuk Cengkareng kita masih kurang 300.
Dampaknya apa?
Dampaknya, kita seharusnya libur dua hari, tetapi hanya dapat satu hari. Misal dari dines malam, siangnya hanya libur istirahat. Liburnya nyaris tidak ada.
Itu mempengaruhi tingkat konsentrasi dan tekanan buat petugas?
Kalau konsentrasi tidak. Tetapi kalau tekanan iya.
Benarkah komunikasi antara ATC dan pilot sering terganggu. Misalkan pilot harus lebih dulu menyapa ATC berulang kali untuk mendapat jawaban?
Itu tidak benar. Kenapa, karena banyak pesawat asing ingin masuk ke Indonesia masih kita tolak. Kalau mereka tahu kita tidak mampu, nggak ada berani masuk. Opini sekarang itu salah. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya