Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasien bertambah sehabis pesta demokrasi

Pasien bertambah sehabis pesta demokrasi

Merdeka.com - Ada beragam penyebab penderita psikotik atau biasa dikenal gangguan jiwa. Mulai dari faktor ekonomi, keluarga, hingga dunia politik.

Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa Dua Andi Muchdar mengatakan ada banyak pasien sehabis pemilihan umum lima tahun lalu. "Banyak sekali, seperti lima tahun lalu, banyak pasien gangguan jiwa karena gagal menjadi calon anggota legislatif," kata Andi kepada merdeka.com di kantornya Senin lalu.

Andi mencontohkan pernah ada seorang laki laki berasal dari Lampung ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja di Jakarta Pusat. Pria ini membawa Rp 5 juta dan sudah berhari-hari menginap di hotel.

Pria itu mengaku ingin bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputeri. "Ketika sudah berada di jalanan kena razia, sambil mengamuk," ujar Andi.

Namun, rata rata pasien gangguan mental akibat gagal berpolitik berasal dari keluarga mampu. Biasanya tak perlu menginap terlalu lama di panti dan lebih memilih rawat jalan atau dirawat keluarga.

Lain lagi dengan pasien bernama Elvira mampu menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Pernikahannya berantakan. Statusnya sebagai istri siri saat melahirkan anak pertamanya ditinggal oleh suaminya. "Dia paling suka nyanyi Mother, How Are You Today. Hapal sampai lirik terakhir," ujar salah seorang perawat magang.

Selain itu, Ramadan setelah bertahun tahun menjalani perawatan di panti sosial, pria asal Maluku itu sudah bisa membantu para pegawai panti menjaga setiap pasien mengamuk atau mendampingi pengobatan ke rumah sakit.

"Badannya besar, sekarang kalau ada pasien bermasalah dia maju pertama kali, kadang sudah bisa menjadi imam sholat berjamaah," Kata Andi.

Tingkah unik ditunjukkan pasien bernama Asep. Kegemarannya menabung uang logam. Lelaki mengaku asli Betawi ini biasa mendapatkan upah saat membantu pegawai panti. Dia menolak diberikan uang berbentuk kertas.

Andi menyayangkan sikap keluarga dan masyarakat selama ini. Menurut dia, tak pernah ada kunjungan bagi penderita gangguan jiwa, padahal dukungan moril sangat dibutuhkan. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP