Pantang bunuh orang Islam
Merdeka.com - Nada suaranya serak-serak basah. Logat Betawinya masih kental. Selama hidup liar di jalan dan berkelahi dengan banyak orang, Ucu mengaku pantang membunuh seorang muslim.
Ucu menceritakan kejadian 17 tahun silam. Sejak pergeseran Hercules dari Tanah Abang. Abraham Lunggana akrab disapa Lulung dikejar-kejar warga lantaran dekat dengan pria bernama asli Rosario Marshal itu. Dia nyaris saja dibunuh warga, namun diredam Ucu Kambing. Alasannya, Lulung lahir di Tanah Abang dan beragama Islam.
"Saya larang untuk membunuh dia, biar gimana pun dia anak Betawi," kata Ucu saat ditemui merdeka.com Kamis pekan lalu di kediamannya, Kebon Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Warga Tanah Abang memburu Lulung karena dia menyembunyikan anak buah Hercules. "Sesama Islam dilarang membunuh. Die saudare kite, anak-anak kite, dan adik kite."
Dia menganggap Lulung sebagai adik. Dia juga mendorong Lulung maju sebagai tokoh Tanah Abang dan dikenalkan kepada para petinggi.
Ucu mengaku tidak belajar silat dari mendiang kakeknya, Sabeni. Sabeni tidak mau cucunya menyalahgunakan kemampuan silat. Alhasil, Ucu secara sembunyi belajar dengan cara memperhatikan saat kakeknya itu mengajar orang lain. Ongkos belajar silat dengan Sabeni terbilang mahal.
Pamornya sebagai jawara Tanah Abang membuat dia dilirik para pejabat. Dia pernah menjadi anggota pasukan pengamanan khusus Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 sebelum dia menjadi presiden.
Dia mendapat penghargaan dari mendiang Presiden Soeharto pada 1993 atas jasa-jasanya ikut menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia). Dia mengaku terlibat dalam pembantaian anggota dan simpatisan partai terlarang itu di Jembatan Bacem, Solo.
"Ini foto saya waktu dipanggil ke istana," kata Ucu.
Baca juga:
Kebal golok dan peluru berkat doa ibu
Berkelana setelah patah hati
Berkelahi pakai sumpit
Bertobat sebelum terlambat
Tukang kambing jago berkelahi (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya