Membujuk lewat pesan pendek
Merdeka.com - Selama masa kampanye, partai-partai di Israel juga menggunakan telepon seluler buat menggaet pemilih. Mereka memakai pesan pendek atau menelepon nomor secara acak buat mengetahui partai mana pilihan mereka dan apa alasan memilih partai itu.
Tentu saja, politisi dari partai-partai ultra-Ortodoks banyak menggunakan strategi ini karena mereka mengharamkan beriklan di televisi atau Internet. "Satu pesan pendek kepada tiap pemilih ongkosnya 0,05 sampai 0,1 shekel, sedangkan biaya telepon 0,15 saban menit," kata Nitzan Gutman, Direktur Utama Shtrudel, seperti dilansir surat kabar Haaretz Senin lalu.
Perusahaan telekomunikasi ini mengoperasi sistem khusus selama buat pemilu kali ini disebut Voter. Shtrudel melayani sejumlah partai, termasuk Meretz, Shas, dan Am Shalem. "Jika Anda menambah sejumlah fitur seperti survei melalui telepon, hargaya bertambah," ujar Gutman. Dia menambahkan politikus bisa memilih warga di mana saja yang igin mereka kirimi pesan kampanye.
Israel kemarin menggelar pemilu ke-19 sejak negara itu berdiri pada 1948. Dari hasil pelbagai jajak pendapat, terakhir dilansir Jumat pekan lalu, Benjamin netanyahu, bakal kembali menjabat perdana menteri untuk priode ketiga setelah menang pada 1999 dan 2009.
Gutman menjelaskan kampanye lewat pendek sah meski rata-rata orang Israel merasa terganggu. "Undang-undang melarang pesan sampah untuk mencari untung atau menggalang dana," tutur Gutman. Dia menyatakan beleid soal partai politik mengizinkan partai memperoleh semua nama pemilih tanpa nomor telepon mereka. Untuk mendapatkan nomor-nomor itu, mereka harus membeli dari perusahaan telah ditunjuk.
Gutman mengatakan perusahaan-perusahaan data ini mencantumkan nomor telepon ke nomor identitas pemilih menggunakan buku nomor telepon atau metode lain. undang-undang soal telepon seluler disahkan, sebagian besar warga israel kerap berganti nomor. Dia menambahkan biasanya saban tahun seperlima dari total nomor telepon seluler di Israel berubah, namun kini hanya beberapa persen saja.
Daftar yang tersedia memang tidak menyeluruh. Cuma sekitar 1,8 juta buat telepon rumah dan 1,5 juta untuk nomor telepon seluler. Kebanyakan perusahaan survei biasanya menggunakan nomor telepon rumah. Alhasil, mereka kehilangan banyak calon pemilih, terutama generasi muda, yang memakai telepon seluler.
Gutman memastikan jumlah kampanye lewat pendek bakal mencapai puncaknya Senin dan Selasa. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya