Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lebih berdaya setelah ikut kuliah program disabilitas

Lebih berdaya setelah ikut kuliah program disabilitas Kelas mahasiswa disabilitas Politeknik Negeri Jakarta. ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Program Studi DIII Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus (MP-WNBK) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), telah menghasilkan 20 mahasiswa lulusan angkatan pertamanya sejak dibuka pertama kali pada tahun 2013. Belajar berbagai keterampilan selama kuliah, mereka kini memiliki keahlian yang bisa menjadi penunjang hidup.

Seperti yang dialami salah satu lulusannya, Fakhry Alfarizi (23) yang lulus tahun 2016 ini dari jurusan atau konsentrasi art and craft.

Saat ditemui merdeka.com, Kamis (15/9) waktu lalu Fakhry sedang menunggu di ruang dosen. Dia bermaksud menanyakan ijazah yang dia peroleh sudah diterbitkan oleh kampusnya atau belum. Namun, setelah menanyakan kepada dosen, ijazahnya belum terbit. Dia bercerita setelah lulus dan menyandang gelar Ahli Madya (A.Md) sudah terpikirkan ingin membuka usaha kerajinan tangan tas dan dompet.

Selama berkuliah, Fakhry dilatih untuk membuat berbagai kerajinan tangan. Kini, sambil menunggu ijazahnya terbit, Fakhry kini membuat kerajinan tas dan dompet di rumah. "Kesibukannya membuat dompet dan tas di rumah buat dijual gitu," kata Fakhry sambil terbata-bata.

Dia bercerita pada saat praktikum di masa kuliahnya, dia sempat membuat banyak tas dan dompet yang kemudian dijualnya. "Pernah dulu ada praktikum bikin tas sama dompet terus kami jual Rp 100 ribu," cerita Fakhry.

Namun, jika ijazah sudah terbit dari kampus, Fakhry malah berkeinginan melamar kerja di perusahaan.

Sementara, menurut salah satu dosen pengajar mata kuliah etika dan agama, M Jamal Al Bakri, pihak kampus Politeknik Negeri Jakarta, sudah menyalurkan beberapa alumni untuk mengikuti kegiatan magang di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandung, Jawa Barat. Rata-rata, kata Jamal yang mengikuti magang tersebut adalah mahasiswa yang konsentrasi di bidang art and craft.

kelas mahasiswa disabilitas politeknik negeri jakarta

Kelas mahasiswa disabilitas Politeknik Negeri Jakarta ©2016 merdeka.com/intan

Jamal menegaskan para mahasiswa lulusan program khusus ini memiliki kompetensi yang hampir sama dengan mahasiswa reguler. "Saya dan dosen lainnya coba untuk menyalurkan mereka ke UMKM untuk jangka menengahnya agar mereka bisa berdayaguna dengan keterampilan yang mereka miliki," jelasnya.

Banyak dari kampus-kampus reguler tidak menyediakan program khusus bagi penyandang disabilitas. Namun, beberapa di antaranya terdapat mahasiswa disabilitas yang lulus bukan dari program warga negara khusus.

kelas mahasiswa disabilitas politeknik negeri jakarta

Kelas mahasiswa disabilitas Politeknik Negeri Jakarta ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Beberapa di antaranya seperti, dua orang mahasiswa berkebutuhan khusus (disabilitas) berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Indonesia (UI) setelah mampu menyelesaikan studi selama 4 tahun dan 4,5 tahun.

Kedua penyandang disabilitas yang ikut diwisuda, yaitu Prayogo Triono (tuna daksa) dan Hendi Hogia (tuna netra) yang berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP