Keresek sembako saat deklarasi pendukung Risma
Merdeka.com - Siang itu, Siti (bukan nama sebenarnya), warga Kampung Gusti, Kebon Pala, RT01/RW14 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, didatangi ketua RT dan beberapa orang yang tak dikenalnya. Belakangan Siti tahu kalau mereka dari LSM Gerak Indonesia setelah diajak berkumpul untuk deklarasi calon gubernur. Siti tak tahu siapa calon gubernur yang dimaksud.
"Enggak tahu kita mah Risma itu siapa, pokoknya diajak suruh datang," jelasnya saat berbincang dengan merdeka.com saat deklarasi, Selasa (9/8).
Awalnya Siti tak menggubris ajakan itu. Namun dia akhirnya luluh setelah mendengar iming-iming dari ketua RT dan beberapa orang dari LSM itu. "Datang aja dulu ke deklarasi, siapa tahu ada duitnya. Biasanya juga kayak gitu. Sekitar Rp 150.000-Rp 200.000 lah," kata Siti menirukan ajakan sang ketua RT.
Akhirnya Siti berjalan kaki dari rumahnya menuju tempat deklarasi. Spanduk putih dengan gambar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah terpasang melintang di gang dekat rumahnya. Tulisannya cukup besar. Bunyinya 'Silaturahmi dan Deklarasi K-GRIS Kampung Gusti Dukung Risma'. Di sebelah kiri terpasang pula spanduk dengan ukuran lebih kecil bertuliskan 'Deklarasi Dukungan untuk Tri Rismaharini maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta'.

Siti bersama warga lainnya duduk di kursi yang sudah disediakan. Dari kursinya Siti mulai mendengarkan pidato ketua RT dan Koordinator Gerak Indonesia Emi Sulyuwati. kata-kata mereka terekam jelas dalam ingatan Siti. "Ya mereka bilang, jangan pilih Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama). Soalnya dia tukang gusur. Dan rencananya kampung ini bakalan digusur," ucap Siti menirukan.
Sekitar satu jam berlalu, acara deklarasi dengan potong tumpeng pun usai. Satu per satu warga meninggalkan lokasi deklarasi. Siti dan warga yang hadir diminta menyambangi semacam kantor sekretariat. Di sana Siti dan warga lainnya antre mengambil jatah imbalan telah ikut berpartisipasi dalam deklarasi. Tapi ternyata bukan uang tunai yang didapat warga. "Enggak dapet uang yang sekarang, tapi cuma dapat beras sama minyak," kata Siti.
Slamet Budi yang ditunjuk menjadi Koordinator Kampung Gusti Dukung Risma (K-Gris) mengaku tidak menjanjikan dan memberikan imbalan apapun kepada warga yang hadir dalam deklarasi. Budi berdalih hanya menjaring aspirasi masyarakat yang menghendaki Risma memimpin ibu kota. "Kami enggak pernah kasih uang atau yang lainnya. Kami hanya mendengarkan aspirasi," kata Budi.

Dia tidak menampik gerakan-gerakan semacam ini kerap diidentikkan dengan politik uang. Ingatannya terbawa saat menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Saat itu ada sekelompok pendukung Ahok yang memberi uang untuk mencuri hati warga sehingga bisa memenangkan Pilkada. "Ya sekarang mah warga sudah mikir enggak mau dipimpin sama Ahok," terang dia.
Koordinator Gerak Indonesia Emi Sulyuwati juga membantah politik uang di deklarasi pendukung Risma. Dia mencoba meyakinkan bahwa gerakan massa akar rumput ini benar-benar murni tanpa praktik kotor politik uang dan janji manis. Pihaknya hanya mengumpulkan kekuatan masyarakat Jakarta yang menghendaki Risma memimpin ibu kota. "Itu murni dukungan masyarakat kita enggak pakai iming-iming," tegas Emi.
Meski ada pengakuan dari warga yang mendapat sembako usai acara itu, Emi tetap membantah. Dia justru meminta tidak menyamakan gerakannya dengan cara-cara yang dilakukan oleh kelompok massa lainnya. "Kalau yang lain ada kali, tapi kita enggak ada," tegasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya