Katrina Kaif, melesat selepas panggung busana London
Merdeka.com - Gadis kelahiran Hong Kong, 16 Juli 1984, ini putri dari Muhammad Kaif berdarah Kashmir dan Suzanne Turquotte asal Inggris. Atas rupa menawan, FHM tiga tahun lalu menobatkan Katrina Kaif sebagai perempuan paling seksi di India. Majalah ini juga memasukkan dia kje dalam daftar 100 wanita terindah sejagat.
Katrina menghabiskan masa kecilnya berpindah-pindah. Bermula di Hong Kong, lalu ke China, Jepang, Prancis, Swiss, Polandia, Jerman, Belgia, sampai akhirnya orang tuanya memutuskan menetap di Ibu Kota London, Inggris, kampung halaman sang ibu.
Masa kecil Katrina kurang menyenangkan. Orang tuanya berpisah saat ia menginjak usia sembilan tahun. Sang ayah memutuskan kembali ke India, "Sangat berat menerima kejadian itu karena umurku masih belia," katanya seperti dilansir situs One India.
Semula ia sangat membenci ayahnya. Dia tak mau menempatkan nama keluarga sang bapak di belakang namanya. "Aku menaruh nama ibu. Jadilah namaku Katrina Turquotte," Katrina menambahkan.
Katrina remaja tumbuh menjadi gadis cantik dengan tinggi mumpuni untuk menjadi model. Teman-temanya menyarankan dia bergabung dengan agen model. Baru dua hari mendaftar di Models 1 Agency, seorang koreografer biasa bekerja untuk perhelatan busana kelas internasional, London Fashion Week, langsung meminta Katrina tampil. Ia kaget bukan main. Tidak banyak orang memperoleh kesempatan itu. Tanpa pikir panjang, ia mengangguk.
Banyak pihak memuji lenggak lenggok pertamanya di London fashion Week. Namanya berkibar hingga Amerika Serikat. Pemimpin redaksi majalah mode Vogue, Anna Wintour, satu dekade lalu menulis dalam status Facebooknya. "Malam ini di London Fashion Week, aku melihat bidadari. Suatu saat dia harus tampil di Vogue."
Selepas itu, ia kebanjiran tawaran: mulai dari model, bintang iklan, hingga bermain film. "Ternyata banyak pencari bakat India mampir ke acara itu," ujar Katrina. Wajah manis dan keluwesan di panggung busana menjadi kekuatan gadis lulusan Universitas Harvard ini. Katrina akhirnya meenjajal India atas undangan produser Ayesha Shroff. Bermodalkan visa kerja, ia sukses menjadi artis tenar di negara asal ayahnya.
Pada 2008, Katrina mengalami peristiwa tak terlupakan. Ia bertemu lagi dengan ayahnya secara tidak sengaja saat membintangi Race. "Kata ayah, dia melihat wajahku dimana-mana, poster, iklan televisi. Dia mencari tahu keberadaanku," ia mengungkapkan. Awalnya, anak dan bapak itu merasa canggung, namun setelah bertemu beberapa kali, mereka bisa menerima satu sama lain.
Katrina pun ikhlas mengganti nama belakang dengan klan ayahnya. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya