Kabut Asap (2)

Hutan dibakar orang suruhan

Reporter : Faisal Assegaf | Senin, 1 Juli 2013 07:28




Hutan dibakar orang suruhan
Kebakaran hutan di Riau. ©Reuters

Merdeka.com - Kebakaran hutan di Sumatera masuk dalam kategori bencana nasional dan langsung diambil alih oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala BNPB Syamsul Maarif sudah sepekan memimpin operasi penanggulangan asap Riau membuat pemerintah Singapura dan Malaysia berteriak karena warga mereka batuk-batuk.

Untuk menurunkan jumlah titik api, BNPB melakukan berbagai cara, termasuk hujan buatan dengan menebar garam di awan. Kamis pekan lalu, tiga kali penerbangan pesawat Hercules dan Casa mengangkut tujuh ton garam untuk disemai di daerah Bengkalis, Kuantan Sengingi, Kampar, dan Dumai.

Meski begitu, titik api masih banyak. "Siang ini menunjukkan masih banyak titik api terlihat dari udara," Kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB melalui pesan BlackBerry diterima merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Berbeda dengan BNPB, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan sejumlah penggiat lingkungan lainnya melaporkan 117 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Perusahaan Hutan Tanaman Industri ke Kementerian Lingkungan Hidup. Mereka diyakini menjadi biang keladi kebakaran hutan di Sumatera.

Direktur Eksekutif Walhi Riau Rico Kurniawan munculnya 300 titik api di Riau tahun ini disinyalir karena perizinan tidak didasari kajian memadai. "Jika memang memiliki kajian lingkungan, dalam praktek industri HTI dan perkebunan jauh dari sikap bertanggung jawab," ujarnya.

Muhnur Satyahaprabu Manajer Kebijakan Dan Pembelaan Hukum Eksekutif Nasional Walhi, mengatakan 117 perusahaan itu dianggap bertanggung jawab atas kebakaran di wilayah konsesi mereka. Dia mengakui sulit untuk membuktikan, namun ada dugaan kuat perusahaan menyuruh orang membakar hutan saat membuka lahan baru.

"Kalau bicara siapa yang membakar, perusahaan tidak, tapi dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi di wilayahnya," tuturnya. Dia menilai kebakaran hutan saban tahun lantaran kurangnya pengawasan dari pemerintah.

Muhnur mencontohkan, perizinan tumpang tindih terhadap lahan untuk perkebunan kelapa sawit atau Hutan Tanaman Industri. Dari catatan Walhi, ada 24 kasus semacam ini di Riau.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku belum mengetahui jumlah perusahaan asing dari 11 tersangka pembakar hutan ditangkap Kepolisian Daerah Riau. "Saya belum tahu asingnya berapa."

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Kabut Asap

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Demi jadi polwan rela ditiduri sampai hamil
  • Gayatri Wailissa ternyata anggota BIN
  • Sebelum resepsi, seperti apa penampilan Nagita Slavina?
  • Menteri Jokowi jangan cuma bebas korupsi, tapi juga kasus HAM
  • 6 Aturan jadi pasangan yang baik dalam hubungan cinta
  • Ini cara Jokowi umumkan menteri hari ini
  • 5 Kritik rencana Jokowi hilangkan kementerian ekonomi kreatif
  • Roy Suryo bongkar 'dosa' pesaingnya di pencalegan DPR
  • Papaitan, sup kambing ala Filipina dengan rasa ekstrem
  • Mereka akui Jokowi cerdik libatkan KPK bentuk kabinet
  • SHOW MORE