Harapan untuk David Cameron
Merdeka.com - Hari ini (27/7) kita menerima kunjungan kedua kalinya Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Kunjungan pertama telah dilakukannya pada April 2012. Tak terlalu salah bila kita menduga David Cameron memandang Indonesia cukup penting dalam berbagai agenda dunia dan kerjasama yang mendukung kepentingan Inggris.
Dalam pandangan Inggris, Indonesia merupakan mitra strategis selain Tiongkok di kawasan Asia pada abad 21, sehingga Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Cameron dalam lawatannya ke Asia. Setelah lawatan ini ia akan mengunjungi Malaysia.
Selain itu Inggris selama ini memang memandang Indonesia sebagai pemain paling berpengaruh di Asia Tenggara. Indonesia sebagai negara terbesar di dunia yang berpenduduk mayoritas Muslim dipandang dapat menjadi mitra strategis utama Inggris dengan dunia Islam. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya anggota G-20, Indonesia dipandang memiliki posisi menonjol dalam pertumbuhan ekonomi dan konsolidasi demokrasi di berbagai kawasan di dunia.
Ada dua isu menonjol dalam kunjungan David Cameron kali ini yaitu ekonomi dan terorisme. Di bidang ekonomi, dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, David Cameron akan membahas masalah keuangan, energi, infrastruktur, dan teknologi. Inggris juga menawarkan kerja sama ruang angkasa dan teknologi satelit untuk memonitor deforestasi, memprediksi fenomena cuaca khusus seperti El Nino dan sebagainya. Cameron yang akan didampingi oleh 30 pemimpin bisnis dari Inggris juga akan melakukan perbincangan bisnis dengan pebisnis dari Indonesia.
Dalam hal terorisme dan toleransi, David Cameron juga dijadwalkan bertemu dengan pemuka agama di Indonesia untuk mendiskusikan tentang ekstremis, seperti ISIS, serta membicarakan tentang toleransi beragama. Dengan mengutip bahasa diplomatik yang santun media mengabarkan bahwa David Cameron akan belajar dari pengalaman Indonesia dalam memerangi ektremisme melalui dialog antar agama.
Nah, di titik ini nampaknya perlu untuk melihat dalam pandangan David Cameron mengenai Islam dan terorisme. Pada pidatonya di hadapan komunitas muslim di Ninestiles School, Birmingham 20 Juli 2015 lalu.
David Cameron menyatakan bahwa untuk melawan apa yang ia sebut sebagai ideology of Islamist extremism ia melihat ada tiga cara yaitu dengan pertama, counter ideology, yaitu melawan dengan nilai-nilai liberal Inggris. Kedua, dengan melawan sisi kekerasan dan non-kekerasan ideologi ekstrim Islam.
Ketiga, dengan mulai berani mengakui adanya kaitan antara agama Islam dengan ekstrimisme, karena katanya dengan menolak adanya kaitan itu kita akan mematikan suara-suara progresif dalam Islam yang menentang pencampuradukkan antara agama dengan politik, suara yang menantang pemahaman tekstual agama yang dijadikan dasar tindakan teroris.
Atas pidato itu, koran Inggris The Guardian (20/7) mencatat respon beragam dari masyarakat muslim Inggris. Sebagian menyetujui kutukan David Cameron kepada warga Inggris yang bergabung kelompok Islam radikal seperti ISIS, namun yang lain memandang bahwa David Cameron telah secara tidak fair memberi stigma kepada kaum muslim dengan terorisme dan kekerasan.
Kita berharap Perdana Menteri Inggris memanfaatkan kunjungan ini sebaik-baiknya untuk bertukarpandangan dan berbagi secara terbuka mengenai isu ini dengan para pemuka agama Indonesia, mendengarkan suara dan aspirasi mereka demi tumbuhnya saling pemahaman yang baik mengenai Islam dan ekstremisme.
Pandangan sementara pengamat di Inggris bahwa David Cameron menjadi korban pembisik dari kalangan ultra kanan neo konservatif Inggris dalam isu Islam akan terbantahkan dengan kesediaan untuk mendengar dan mengadopsi pandangan yang beragam dan moderat.
Kita juga berharap dengan kunjungan David Cameron kali ini, aspirasi agar Indonesia dan Inggris dapat menjadi mitra yang saling menghormati dan bekerjasama erat mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan yaitu meningkatkan hubungan perdagangan sebesar 6 miliar USD dalam beberapa tahun ke depan, terus majunya kerjasama di bidang investasi, maritim, pariwisata, militer dan bidang-bidang penting lain seperti pendidikan.
Selamat datang Yang Mulia Perdana Menteri David Cameron. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya