Handsome, pialang saham yang rajin ikut pengajian
Merdeka.com - Ruangan salah satu kantor cabang perusahaan sekuritas ternama, di Jakarta Pusat, terlihat sepi ketika merdeka.com menyambanginya, kemarin. Maklum saja, waktu menunjukkan jam 12.32 WIB.
Hanya tampak dua pialang sedang tenggelam dalam diskusi. Sesekali keduanya tertangkap tengah menatap layar komputer yang menampilkan pergerakan pasar saham.
Merdeka.com berkesempatan berbincang dengan salah satu perantara perdagangan saham. Handsome, begitu dia dipanggil rekan-rekannya.
Pria lajang 31 tahun itu sudah bekerja sebagai pialang selama tiga tahun. Dia dituntut untuk terus menggali informasi terkait investasi pasar keuangan dari berbagai sumber guna disampaikan ke nasabahnya.
Rutinitas itu terus dilakukannya sepanjang senin hingga jumat. Penggalian informasi dimulai sebelum pasar saham buka, pukul 09.00 wib, hingga tutup, pukul 15.49 wib.
"Kami kumpul informasi untuk disampaikan ke nasabah," katanya.
Handsome enggan membeberkan komisi yang dia dapat setiap kali berhasil membantu nasabahnya melakukan transaksi. Namun, sebagai gambaran, komisi puluhan hingga ratusan juta rupiah biasa didapatkan para pialang setiap bulan.
"Cukuplah. Syukurin saja," katanya.
Meski aktivitasnya padat, Handsome mengaku tak menarik diri dari pergaulan. Sesekali dia kongkow bersama teman-temannya di kafe sambil membicarakan berbagai hal.
"Biasanya sih beragam, Kadang soal cewek juga," katanya seraya tertawa.
Terkadang, Handsome juga menerima ajakan rekan sejawat untuk menghabiskan malam di klub. Namun, dia selalu menolaknya dengan halus.
"Pergaulan itu kan tergantung lingkungan yang kita masuk," kata pria yang tercatat sebagai anggota pengajian di lingkungan rumahnya itu.
Hal senada diungkapkan Ricky. Dua puluh tahun bergelut di pasar modal membuat pialang senior itu memiliki banyak uang dan relasi dengan 'orang kuat' di negeri ini. Banyak godaan menghampirinya.
"Saya berusaha hindari itu. Sebagai laki-laki kita cepat tergoda. Saya berusaha agar hal sepele itu tidak menjatuhkan kita yang sudah susah berusaha," kata pialang yang mengaku mendapat komisi ratusan juta per bulan tersebut.
Ricky mengaku sudah di puncak karier. Dia ingin menyeimbangkan hidup antara keluarga, relasi, dan pekerjaan.
"Hidup itu harus teratur. Untuk meningkat itu perlu ketabahan." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya