Boikot Israel (2)

Fatwa boikot Israel

Reporter : Faisal Assegaf | Rabu, 27 Februari 2013 07:28




Fatwa boikot Israel
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. (middleeast.about.com)

Merdeka.com - Seruan boikot terhadap Israel dan produk mereka bukan tanpa dasar. Setidaknya ada empat ulama terkemuka pernah melansir fatwa mengharamkan membeli barang atau jasa asal negara Zionis itu.

Berikut fatwa dari empat pemuka Islam tersohor itu, seperti dilansir situs inminds.co.uk.

Pemimpin tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei ( 15 Mei 2001)
Membeli barang-barang membantu memperkuat Zionisme tidak dibolehkan kecuali sangat diperlukan.

Syekh Yusuf al-Qardawi dari Qatar (4 April 2002)
Kendaraan untuk mendukung mereka (rakyat Palestina) adalah boikot penuh terhadap barang-barang musuh. Tiap riyal, dirham, atau mata uang lainnya dipakai membeli produk mereka dan ternyata menjadi peluru-peluru ditembakkan ke jantung warga dan anak-anak Palestina. Atas alasan ini, wajib buat tidak menolong mereka (musuh-musuh Islam) dengan membeli barang-barang mereka.

Membeli buatan mereka berarti menyokong tirani, penindasan, dan agresi. Membeli barang-barang dari mereka akan bikin mereka kuat, kewajiban kita adalah membuat mereka lemah. Kita wajib memperkuat perlawanan saudara-saudara kita di Tanah Suci (Palestina) semampu kita. Jika kita tidak mampu menguatkan saudara kita, kita wajib melemahkan musuh kita. Kelemahan mereka tidak terwujud tanpa melalui boikot, kita harus memboikot mereka.

Barang-barang Amerika persis produk Israel juga haram. Dilarang pula mengiklankan produk mereka. Amerika sekarang seperti Israel kedua. Mereka mendukung penuh rezim Zionis. Perebut kekuasaan tidak bisa melakukan ini tanpa dukungan Amerika. Kekerasan dan penindasan Israel menggunakan uang, senjata, dan veto Amerika. Amerika telah mendukung Israel berpuluh-puluh tahun tanpa balasan, hukuman, atau protes dari dunia Islam.

Kini waktunya bagi umat Islam mengatakan tidak terhadap Amerika, perusahaan, atau produk-produk mereka yang menguasai pasar kita. Kita makan, minum, pakai, dan mengendarai apa saja buatan Amerika.

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah asal Libanon (28 November 2000)
Upaya minimal bisa kita lakukan untuk membela kaum muslim (di Palestina) menghadapi agresi politik, ekonomi, dan militer adalah memboikot semua pihak menyokong musuh, khususnya Amerika Serikat, musuh terbesar umat Islam.

Kita harus memboikot barang-barang Amerika dan Israel serta perusahaan-perusahaan membantu keuangan perusahaan Israel. Kalian harus menekan pemerintahan masing-masing buat menyetop menabung di bank-bank Amerika karena akan dipakai mendukung Israel.

Sayyid Ali al-Sistani dari Irak

Tidak dibenarkan bagi seorang muslim membeli barang dari negara-negara sedang memerangi Islam dan kaum muslim, seperti Israel.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Boikot Israel# Israel

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • PKS sebut kisruh DPR paling dirugikan pemerintah
  • Lagi cuci motor di sungai, ibu muda diperkosa tetangga
  • Menteri ESDM janji hati-hati pilih pemain hulu migas
  • KIH & KMP diminta rembuk tuntaskan kisruh di DPR
  • Justin Bieber benar-benar dibikin depresi oleh Selena Gomez
  • PDIP tuding Koalisi Prabowo jalankan sistem kartel di DPR
  • Kisah AK Gani, sang penyelundup penyelamat Republik Indonesia
  • PKS anggap DPR tandingan buah kisruh internal KIH
  • Dari pocong sampai kuntilanak berkeliaran di Mampang
  • WD rilis hard disk 'anti maling' berkapasitas 6 TB!
  • SHOW MORE