Energi dikelola menteri 'gila'
Merdeka.com - Tugas Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi berakhir. Menteri koordinator kemaritiman itu menyerahkan tongkat kepemimpinan di Kementerian ESDM kepada Ignasius Jonan, Senin (17/10).
Sebelum serah terima jabatan, Luhut terlebih dulu menggelar forum tertutup guna memaparkan pekerjaan yang sudah dilakukan selama dua bulan terakhir bertugas sebagai pelaksana tugas menteri ESDM. Tak lupa, mantan kepala staf kepresidenan itu juga menjelaskan program tengah dan akan dilakukan Kementerian ESDM.
Itu semua dilakukan Luhut demi menindaklanjuti keputusan Presiden Joko Widodo menetapkan Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar sebagai menteri dan wakil menteri ESDM, akhir pekan lalu. Keputusan ini terbilang mendadak dan mengejutkan.
Disebut mendadak lantaran Jokowi, pada Jumat pagi, belum juga menetapkan pengganti Arcandra Tahar yang diturunkan dari kursi menteri ESDM lantaran kasus kewarganegaraan ganda, pada 15 Agustus 2016. Padahal, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut sudah memiliki tiga kandidat.
Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi baru memutuskan nama menteri ESDM pukul 10.00. Sekitar tiga jam kemudian, Istana menggelar upacara pelantikan yang tidak dihadiri Jusuf Kalla dan Luhut lantaran keduanya sedang berada di luar kota.
Kendati demikian, Kalla mengaku sudah banyak diskusi dengan Jokowi terkait sosok yang pantas dijadikan menteri ESDM.
Adapun sisi mengejutkan dari keputusan Jokowi ada pada sosok Ignasius Jonan. Jangankan orang lain, Jonan pun mengaku tak menduga bakal kembali dirangkul Jokowi setelah dilengserkan dari kursi Menteri Perhubungan, dua bulan lalu.
Sementara Arcandra, yang digadang-gadang bakal mendapatkan jabatannya kembali, menjadi orang kedua di Kementerian ESDM.
Menurut Kalla, Jonan merupakan sosok tegas yang layak memimpin Kementerian ESDM. Arcandra akan menutupi ketidakpengalaman Jonan dalam bidang energi.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio memahami keputusan Jokowi. Menurutnya, meski tak memiliki kompetensi di bidang ESDM, Jonan sosok tepat untuk membenahi kinerja kementerian vital tersebut.
"Menurut saya, yang penting kegilaan dan leadership dia. Jonan kan orang yang tidak bisa dilawan," katanya seusai menghadiri serah terima jabatan menteri ESDM.
"Jadi artinya, di sini (Kementerian ESDM) cuma butuh leadership dan keberanian saja. Kalau teknis kan ada Arcandra dan para dirjen."
Jonan memang dikenal sosok tegas dan berani. Modal itu membuat Jonan berhasil membawa PT Kereta Api Indonesia yang sebelumnya dianggap tak eksis oleh masyarakat menjadi perusahaan pelat merah terdepan dalam memberikan pelayanan dan memeroleh banyak penghargaan.
Saat memimpin Kementerian Perhubungan, Jonan tak segan membekukan rute terbang selama enam bulan kepada Lion Air kepunyaan Rusdi Kirana, notabene anggota dewan pertimbangan presiden.
Dia juga pernah berkeras tak akan mengeluarkan izin konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung bila PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) belum memiliki izin usaha penyelenggara prasarana perkeretaapian umum.
"Saya tahu dia sudah lama, seharusnya sih bisa membenahi Kementerian ESDM. Tendang dulu mafia-mafia migas," kata Agus.
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menilai Jonan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Dia yakin, Jonan bersama Arcandra bisa mengatasi persoalan energi di Tanah Air.
"Pak Jonan pemimpin yang baik, Insya Allah, pekerjaan rumah yang besar itu semua bisa diselesaikan," katanya.
"Mudah-mudahan dengan penunjukan Pak Jonan sebagai menteri definitif bisa memberikan pesan stabilitas kepada pelaku industri. Sehingga ada kepastian agar seluruh persiapan investasi yang selama ini tertunda bisa dijalankan." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya