Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di balik bersihnya sungai Jakarta

Di balik bersihnya sungai Jakarta Pasukan Oranye di Sungai Ciliwung. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Postingan di dinding akun media sosial itu mengunggah decak kagum. Isinya foto-foto beberapa aliran sungai di Jakarta kinclong. Tak ada sampah, gemercik-nya pun nyaris sama seperti suasana di pedesaan. Namun siapa sangka, foto-foto itu ternyata pemandangan aliran sungai di Jakarta. Netizen pun ikut mengomentari foto-foto itu. Ada yang nyinyir, juga memuji. Tak banyak orang tahu bagaimana para pejuang-pejuang berbaju oranye itu berjibaku membersihkan sampah setiap hari.

Panas baru saja beranjak ketika merdeka.com menyambangi aliran sungai Ciliwung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat Kamis pekan lalu. Muhammad Rujito, 40 tahun, asyik mengayuh rakitnya. Di atas rakit itu dia juga membawa jaringan mirip jala ikan. Sesekali tangannya melemparkan jala itu ke aliran sungai Ciliwung kemudian dia tarik perlahan.

Rujito bukan sedang mencari atau menangkap ikan, dia sedang bekerja memunguti sampah terbawa di aliran sungai. "Geli awalnya, ketemu bangkai tikus sama kotoran manusia," ujar Rujito saat berbincang dengan merdeka.com di bawah jembatan fly over Kuningan, Kamis pekan lalu. Rujito merupakan salah satu petugas Pekerja Harian Lepas (PHL) Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Karena menggunakan pakaian oranye, warga sering menyebutnya 'Pasukan Oranye'.

Rujito dan Petugas Harian Lepas lainnya memang bertugas buat membersihkan kali. Saban hari dia bekerja buat memunguti sampah di sepanjang aliran sungai Ciliwung. Titiknya ialah sepajang aliran sungai Ciliwung membelah Jalan Latuharhary dan Jalan Sultan Agung. Modal buat melakukan pekerjaan itu, Rujito menggunakan rakit dan jaring untuk mengambil sampah.

Selepas azan subuh, Rujito mulai bergegas dari kediamannya di Cibubur, Jakarta Timur. Jam kerjanya dimulai dari pukul enam pagi. Butuh waktu satu jam setengah Rujito sampai di tempat kerjanya. Tantangan pun sering dialami Rujito. Terkadang saat membersihkan sampah di kali, dia juga kerap menemukan ular. Maklum, di sepanjang aliran sungai Ciliwung kerap ditemukan binatang melata. "Pernah ketemu ular sanca, tetapi ini kewajiban saya untuk membersihkan kali," ujarnya.

Trisna Apriatna, 27 tahun, rekan satu tim Rujito di 'Pasukan Oranye' juga menceritakan perjuangannya buat membersihkan aliran sungai Ciliwung dari sampah. Saban hari dia bersama dengan timnya berjibaku buat memunguti sampah terbawa dan sengaja dibuang di sepanjang aliran sungai. Bagi mereka berdua, penyakit gatal-gatal bukan barang baru kerap dialami ketika membersihkan sampah. Namun hal itu bukan menjadi halangan bagi mereka untuk berjuang membuat aliran sungai terlihat indah.

"Wah, kalau sakit gatal-gatal mah sudah biasa, tetapi ya balik lagi ibadah dan niat. Alhamdulillah sekarang sembuh," tutur Trisna seraya menunjukkan bekas sakit kulit pada bagian kaki dan tangan.

Beratnya pekerjaan mereka pun terlihat dari jumlah sampah saban hari berhasil mereka pungut dari aliran sungai. Setidaknya, volume sampah di sepanjang sungai Ciliwung tepat di area mereka bekerja saban hari dua kubik. Sampah-sampah itu dari berbagai macam jenis mulai dari plastik, botol minuman hingga kotoran manusia. "Dari sampah botol-botol minuman ada sampah kotoran manusia," kata Trisna.

Berikut penampakan video bersihnya kali Jakarta:

(mdk/arb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP