Bertobat sebelum terlambat
Merdeka.com - Dia mengaku telah membunuh hampir seribu orang. Masa keemasannya sebagai jawara dia tinggalkan sejak puluhan tahun lalu. Dia meninggalkan jalanan saat putra pertamanya lahir dari istri kedua.
Perlahan dia melepas periode jahiliah dan hidup sebagai seorang ayah membesarkan 16 anak dari tiga istri. "Saya sudah melepas jalanan dari 1981, pas anak saya lahir," kata Ucu sambil memperkenalkan putra pertama dari istri keduanya, Biryus Bardata.
Tiga anaknya meninggal karena terjerumus narkotik. Saat ini Ucu memiliki dua isteri. Istri pertama, Ida Royana, tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sedangkan istri kedua, Mandudari, menetap di Tebet, Jakarta Selatan. "Papah punya tiga istri," kata Catu, anak pertama dari istrinya, Ida Royana.
Dia melepas dunia jalanan karena merasa umurnya tidak lagi muda. Sambil menata kehidupannya, Ucu sempat berbisnis jual beli televisi dan mobil. Dia juga kembali berdagang kambing meneruskan warisan keluarganya.
Semrawutnya Tanah Abang kembali menggerakkan Ucu turun tangan. Dia ikut dalam
pertemuan dengan perwakilan pedagang kaki lima digelar menjelang akhir Ramadan. Hasilnya, mereka mau dipindahkan ke Blok G setelah lebaran. "Elu pilih kios apa golok," kata Ucu saat menuturkan pertemuan dengan koordinator PKL Tanah Abang dengan wali kota Jakarta Pusat di Masjid Al-Makmur.
Sambil mengisap rokok kretek Ucu bercerita, saat ini dia lebih banyak menyendiri untuk beribadah. Dia memiliki tempat bermeditasi di Cihideung Hilir, Bogor, Jawa Barat. Di atas lahan seluas enam ribu meter persegi itu, dia juga beternak kambing dan memelihara ikan.
"Saya pengen baik di mata Allah," ujar Ucu ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika waktu bisa diputar. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya