Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berternak ayam biar halal

Berternak ayam biar halal Rabbi Yobbi Ensel memimpin upacara Sabbath di rumahnya, Manado, Sulawesi Utara. (merdeka.com/islahuddin)

Merdeka.com - Ajaran Yahudi juga mengenal soal halal dan haram. Bahkan, komunitas Yahudi di Kota Manado, Sulawesi Utara, dipimpin Rabbi Yobbi Ensel memprioritaskan halal tidaknya sebuah makanan. Seperti daging, mereka mesti mengetahui cara penyembelihan, jenis hewan, dan syarat lainnya.

“Kita tidak makan udang, cumi, karena itu jenis ikan tanpa sisik, tanpa sirip. Diharamkan pula jeroan dan hewan dipotong tidak sebagaimana mestinya,” kata Yobbi saat ditemui merdeka.com Kamis malam pekan lalu di lobi sebuah hotel di Jalan Sam Ratulangi, Manado. Menurut Yobbi, setiap makanan masuk ke dalam tubuh berpengaruh terhadap sifat manusia.

Alasan tidak makan cumi dan udang karena dalam Torah dianggap hewan pembersih sampah di lautan. Belut, lele, dan sejenisnya diharamkan lantaran termasuk hewan tidak bersirip, tak bersisik, dan dianggap tidak sehat dalam Torah. Yobbi menjelaskan penganut Yahudi juga haram memakan babi, anjing, kelelawar, tikus, dan ular.

Pantangan makanan itu benar-benar dijaga Yobbi. Buktinya, Yobbi menolak diajak makan siang sepulang dari Tugu Menorah di Bukit Kelabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat siang pekan lalu.

Dia tidak sembarang memilih warung makan. Dia mesti tahu apakah daging disembelih dengan cara dihalalkan. Dia juga tidak akan makan di restoran cepat saji dengan ayam goreng sebagai menu unggulan. "Dalam Yahudi, menyembelih hewan hanya sekali tarikan pisau dan tidak membuat hewan stres. Karena itu berpengaruh pada kualitas daging,” ujar Yobbi.

Sebab itu, untuk memnuhi kebutuhan daging, dia beternak ayam bangkok di belakang rumahnya. Jumlah piaraannya tidak lebih dari 30 ekor. Ayam itu digunakan untuk upacara keagamaan di kediamannya dan sisanya dijual ke beberapa warung Padang di Manado.

Bagi orang awam, hal itu mungkin merepotkan. Tapi kalau benar-benar ingin melaksanakan ajaran Torah tidak ada yang sulit asal ada kemauan.

Pada malam persiapan Sabbath Jumat malam pekan lalu, istrinya, Yulita, menyajikan sup ayam. "Ini daging ayam bangkok betina perawan untuk acara istimewa seperti ini,” kata Yobbi seraya tertawa pendek. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP