Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bermodus perusahaan aspal

Bermodus perusahaan aspal antrean bbm pekanbaru. ©2013 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Letak gudangnya berada dekat pengolahan minyak mentah milik PT Pertamina, Cilacap, Jawa Tengah. Tiap hari gudang-gudang itu dijaga ketat oleh para pegawainya. Sejak tertangkap sekitar tiga tahun lalu di Pacitan, Jawa Timur, lantaran menjual solar, ilegal dia mulai hati-hati.

D kini ia memilih mengganti nama perusahaannya, namun tetap palsu. "Tetap palsu, tapi melayani pelanggan resmi," kata Y, seorang kaki tangan juragan minyak asal Cilacap itu saat berbincang dengan merdeka.com pekan kemarin.

Y bercerita soal permainan bosnya. Dia mengatakan jika bahan bakar bersubsidi jenis solar itu sebagian diperoleh dari hasil kencing minyak di pinggir pantai Cilacap. Solar kencingan ini didapat dari kapal tanker milik PT Pertamina usai mengisi bahan bakar untuk didistribusi. Sekali kencing, dia memperoleh paling sedikit 20 ton atau setara 20 ribu liter solar.

Minyak Solar itu kemudian ditampung menggunakan drum atau mobil tangki pengantar bahan bakar dengan berbagai ukuruan. Tangki mobil itu tersedia mulai dari ukuran empat ton hingga 16 ton. Sebelum akhirnya dilepas ke penadah, minyak-minyak itu ditimbun di gudang miliknya.

Penadah minyak-minyak itu tak tanggung-tanggung. Hampir semua pabrik dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Cilacap masuk dalam daftar langganannya. Menjual dengan harga untuk konsumsi pabrik, namun didapat dari hasil kencing minyak. "Jualnya tetap resmi, kalau nggak bakal curiga dan ketahuan," ujar Y.

Y mengungkapkan dia baru saja mengantarkan pesanan 16 ribu liter solar ke Semarang, Jawa Tengah. Upahnya sekali antar Rp 500 ribu. Biasanya dia mengantar bertiga dengan rekannya. Buat menghindari razia polisi, perusahaan itu memodifikasi mobilnya. Sebuah truk besar dengan kayu dirakit. Di dalamnya terdapat tangki berbentuk persegi panjang mampu memuat solar sesuai pesanan. "Dimodifikasi truknya," kata Y.

Sayang merdeka.com gagal mengabadikan mobil rakitan itu lantaran penuh risiko. Untuk mengelabui petugas, perusahan itu juga memiliki cara jitu. Jika mengantar pesanan ke perusahaan resmi, dia mencampur solar didapat secara resmi dengan solar hasil kencingan di tengah laut. Hal itu dilakukan agar tak tercium langganan karena menjual solar dengan harga untuk

produksi.

Y mengakui bosnya memiliki beking. Namun dia ogah menyebut nama beking itu lantaran takut tercium. "Ada, tapi saya tak hapal namanya," kata Y.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP