Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga NU Diimbau Shalat Lima Waktu di Rumah, Ini 3 Fakta Terbarunya

Warga NU Diimbau Shalat Lima Waktu di Rumah, Ini 3 Fakta Terbarunya Ilustrasi NU. ©2020 Merdeka.com/nu.or.id

Merdeka.com - Imbauan untuk melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di rumah disampaikan oleh pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya. Dikutip dari Antara (27/5), imbauan tersebut ditujukan kepada jajaran struktural dan warga NU di Kota Pahlawan. Tujuannya ialah untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19.

Sementara ini, NU masih melaksanakan shalat Jumat di masjid. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Achmad Muhibbin Zuhri menjelaskan bahwasanya pelaksanaan Shalat Jumat di masjid dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berjamaah di Rumah

umat muslim melakukan shalat gerhana

2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Di sebagian masjid kampung dan perumahan di Kota Surabaya, pelaksanaan shalat lima waktu berjamaah di masjid masih berlangsung. Meskipun demikian, pelaksanaan shalat jamaah di masjid itu dibarengi dengan kewaspadaan.

Dikutip dari Antara, Ketua PCNU Surabaya menyarankan supaya jamaah shalat lima waktu dilakukan di rumah masing-masing, sebagaimana tercantum dalam surat edaran PCNU Surabaya. Kendati demikian, ia juga tetap menghargai masjid-masjid yang masih melakukan kegiatan shalat berjamaah, asal dengan menerapkan asas kewaspadaan.

Seruan PCNU Surabaya

ilustrasi rumah

chicagowindowpros.com

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengeluarkan surat instruksi tentang Protokol NU Peduli COVID-19. Selain itu juga ada instruksi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang berkenaan dengan apa yang harus dilakukan di tengah pandemi Corona.

Menindaklanjuti kedua hal tersebut, PCNU Surabaya membuat dua surat seruan terkait penanganan COVID-19. Surat itu ditujukan kepada jajaran struktural dan seluruh warga NU se-Surabaya. Isi surat seruan itu terdiri dari tujuh poin. Mulai dari perihal ibadah, sampai langkah-langkah taktis yang perlu dilakukan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Saran untuk Warga NU

ilustrasi videocall

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Tujuh poin yang tertera dalam surat seruan yang dibuat PCNU Kota Surabaya meliputi hal-hal berikut ini. Pertama, masyarakat diminta meningkatkan ibadah dengan memperbanyak doa dan berusaha meningkatkan iman baik melalui usaha lahir maupun batin.

Kedua, masyarakat diminta untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain, termasuk menghindari kerumunan massa. Kecuali untuk kebutuhan mendesak, masyarakat disarankan tinggal di rumah bersama keluarga. Termasuk melakukan shalat berjamaah di rumah.

Apabila masjid-masjid di perkampungan atau perumahan melaksanakan shalat jamaah, pelaksanaannya diharapkan memenuhi protokol kesehatan. Hal ini antara lain dilakukan dengan menjaga jarak barisan antara jamaah satu dengan jamaah lain, serta meniadakan berjabat tangan atau bersalam-salaman.

Kelima, pengajian umum atau kegiatan keagamaan sejenis yang potensial mendatangkan banyak orang dimohon untuk ditunda sampai keadaan dinyatakan aman. Selanjutnya, kegiatan rutin NU seperti bakti subuh, pengajian rutin, dan lain sebagainya untuk sementara waktu diliburkan.

Terakhir, rapat-rapat organisasi dan komunikasi dengan warga NU sebaiknya memanfaatkan teknologi informasi untuk menghindari pertemuan langsung selama pandemi corona masih merebak.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP