Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Lumajang Dikabarkan Meninggal Sehari setelah Vaksinasi Covid-19, Ini Faktanya

Warga Lumajang Dikabarkan Meninggal Sehari setelah Vaksinasi Covid-19, Ini Faktanya Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Deni Nova Saputra (42), warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meninggal dunia sehari setelah divaksin Astrazeneca. Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas Covid-19 Kabupaten Lumajang akan melakukan investigasi untuk mencari tahu apakah kematian Deni berhubungan dengan vaskinasi yang dilakukan terhadapnya atau tidak.

Satgas Covid-19 Kabupaten Lumajang akan berkoordinasi dengan Kerja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jatim dan pusat. Investigasi dilakukan untuk mengetahui kronologi dari proses skrining kesehatan yang dilakukan sebelum vaksin hingga gejala yang ditimbulkan setelah dilakukan vaksinasi.

"Kami sudah membentuk tim daerah yang tugasnya mencari data dan fakta. Termasuk data dari keluarga, puskesmas yang melayani vaksinasi maupun data yang di rumah sakit. Datanya akan kami susun dan segera kami laporkan ke pokja KIPI Jatim maupun pusat," terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lumajang, Bayu Wibowo Ignasius, dikutip dari Instagram @info_lumajang, Senin (5/7/2021).

Minta Masyarakat Tak Takut Vaksin

vaksin covid 19 astrazeneca

©2021 Merdeka.com/ freepik.com

Deni meninggal dunia sehari setelah menerima suntikan vaksin Astrazeneca. Ia melakukan vaksin di Puskesmas Sumbersuko, Kabupaten Lumajang pada Kamis (1/7).

Setelah disuntik vaksin, Deni mengeluh tidak enak badan dan meriang. Namun, ia tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Pada Kamis malam, Deni pusing dan muntah.

Kondisinya tak kunjung membaik hingga pada Jumat (2/7) ia dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang. Deni meninggal dunia pada Jumat sore. Menurut pihak keluarga, selama ini Deni tidak mempunyai penyakit bawaaan.

Meskipun ada kejadian warga meninggal, Satgas Covid-19 Kabupaten Lumajang meminta masyarakat tidak terpengaruh dan tetap melakukan vaksinasi. Pasalnya, semua vaksin yang disuntikkan telah melalui uji klinis.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP