Terdampak Tol Kertosono-Kediri, Pedagang Pasar Minta Ini ke Pemerintah
Merdeka.com - Proyek Tol Kertosono-Kediri berdampak pada ratusan bidang tanah milik warga di Kecamatan Banyakan dan Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Selain itu, proyek tol tersebut juga akan menggusur Pasar Banyakan, baik pasar buah maupun pasar tradisionalnya.
Pasar Banyakan direncanakan bakal menjadi interchange atau simpang susun tol. Kini, di sebelah barat Pasar Banyakan terpasang patok kuning tanda ruas jalan tol. Patok serupa juga ada di sebelah barat pintu masuk Pasar Buah Banyakan sebelah timur.
Keberadaan patok tersebut mempertegas rencana pembangunan proyek Tol Kertosono-Kediri.
Pedagang Belum Tahu
Sementara itu, para pedagang Pasar Banyakan mengaku belum mengetahui pasti dampak pembangunan tol terhadap tempat mereka mencari nafkah.
Sunoto (47), salah seorang pedagang Pasar Buah Banyakan menuturkan, ia belum mengetahui pasti dampak pembangunan tol terjadap pasar tempat ia bekerja.
“Kalau pasar kena, lapak kami juga pasti kena,” ujarnya, dikutip dari akun Instagram @kedirimillenial, Kamis (9/12).
Minta Pemerintah Lakukan Ini
View this post on Instagram
Sunoto berharap pemerintah menyediakan ganti tempat yang strategis bagi para pedagang pasar. Laki-laki yang sudah berdagang selama belasan tahun itu menjelaskan bahwa lokasi tempat para pedagang buah berjualan saat ini sudah dikenal masyarakat luas.
Oleh karena itu, jika pasar direlokasi ke tempat yang kurang strategis, para pedagang khawatir langganan mereka kebingungan. Ia juga meminta pemerintah memberi perhatian khusus terkait pemindahan pasar.
“Kami juga belum tahu kalau ada pelebaran jalan di exit tol,” tutur ketua RT di Dusun Winongsari, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol itu.
Lokasi Pasar Pengganti Belum Jelas
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih membenarkan bahwasanya Pasar Banyakan terdampak proyek pembangunan tol Kertosono-Kediri.
Namun, ia belum bisa menjelaskan lokasi pasar pengganti lantaran masih menjadi pembahasan Disdag Kabupaten Kediri.
“Ini masih kami kaji tempat dan lokasinya,” ungkapnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya