Surabaya Berencana Terapkan PPKM Mikro Tingkat Desa, Ini Fakta di Baliknya
Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar dialog penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya. Dalam kesempatan itu hadir Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Danrem Bhaskara Jaya, serta sejumlah Kepala OPD, Camat, Kapolsek dan Danramil.
Dialog tersebut bertujuan untuk mendengar keluhan penanganan Covid-19 di tingkat bawah. Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, pihaknya berharap kebijakan yang diambil di tingkat kota bisa sesuai dengan kebutuhan di tingkat bawah serta tepat sasaran.
Tujuan Dialog

©2021 Merdeka.com/liputan6.com
“Jadi, tujuan acara ini memang untuk evaluasi dan menguatan di tingkat muspika, Pak Camat, Pak Kapolsek, Pak Danramil kita harapkan lebih semangat untuk menerapkan PPKM Mikro ke depannya, sehingga ini untuk penguatan ke bawah. Mereka juga akan menjadi ujung tombak dalam penerapan PPKM Mikro ini, sehingga harus disupport,” terang Whisnu, Senin (8/2/2021) mengutip dari liputan6.com.
Menurut Whisnu, sebenarnya PPKM Mikro sudah dilakukan dengan efektif di Kota Pahlawan. Yakni melalui leading sektor ada di tingkat bawah, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.
Terkait PPKM Mikro, dialog itu bertujuan guna memastikan nantinya tingkat kecamatan menjadi komando utama dalam pelaksanaannya.
"Saya bersama jajaran Forpimda akan lebih fokus pada penanganan di tingkat kota, sedangkan panjenengan (Anda) semuanya di tingkat kecamatan akan lebih intens memantau Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo bersama para lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujarnya.
Optimalkan Kampung Tangguh

©2015 Wonderful Indonesia
Whisnu menyatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun skema untuk mempermudah pencairan dana hibah ke Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Hal itu merupakan dukungan untuk mengoptimalkan Kampung Tangguh. Pasalnya, imbuh dia, selama ini banyak yang takut menyusun administrasinya.
Bahkan jika diperlukan, para Lurah bersama stafnya memberikan pendampingan kepada Satgas Kampung Tangguh terkait penyusunan administrasi. Menurutnya, dalam pelaksanaan PPKM Mikro ini diperlukan kolaborasi luar biasa.
“Jadi tinggal kita pertegas lagi bagaimana proses yang harus dilakukan di kampung tangguh tersebut,” lanjutnya.
Melalui berbagai kolaborasi itu, diharapkan Covid-19 di Kota Surabaya bisa terus terkendali. Sehingga berbagai dampak yang diakibatkan oleh pandemi ini juga bisa diatasi. Dengan demikian, aktivitas masyarakat bisa kembali pulih dan roda perekonomian yang sempat terpuruk bisa kembali menggeliat.
“Semoga segala strategi serta upaya penanganan pandemi di Kota Surabaya dapat berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya