Suara Anies Baswedan Bergetar Saat Minta Warga Tetap di Rumah, Ini Alasannya
Merdeka.com - Indonesia sampai hari ini masih bergelut melawan pandemi Covid-19. Menurut data terbaru, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per 30 Maret 2020 mencapai angka 1.414 kasus dengan 75 orang dinyatakan sembuh.
Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka penularan. Beberapa wilayah di Indonesia telah mengeluarkan kebijakan masing-masing.
Tak bisa disembunyikan, hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia sudah terinfeksi virus corona. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus infeksi Covid-19 tertinggi.
Sebagai Gubernur Jakarta, Anies Baswedan juga melalukan berbagai upaya. Beberapa kali Ia memberikan imbauan kepada warga untuk taat mematuhi arahan pemerintah daerah maupun pusat.
Terbaru, melihat data penularan Corona yang semakin meningkat, Anies lagi-lagi meminta warganya untuk patuh. Dalam video yang beredar, mantan Menteri Pendidikan itu menyampaikan permintaan dengan suara yang bergetar.
Situasi Jakarta Mengkhawatirkan
Tingkat penyebaran virus corona di DKI Jakarta ini terbilang megkhawatirkan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada senin (30/3/20) dalam videonya soal usulan karantina wilayah.
Pada mulanya tercatat sampai tanggal 29 Maret 2020, terdapat 283 kasus infeksi Covid-19 di DKI Jakarta. Sampai dengan kemarin tanggal 29, itu ada 283 kasus.
"Artinya, ini adalah mungkin mereka-mereka yang belum sempat dites. Karena itu tidak bisa disebut sebagai positif atau sudah dites tapi belum ada hasilnya kemudian wafat. Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan covid amat mengkhawatirkan," ungkapnya.
Jumlah Korban Semakin Banyak
Anies memberikan gambaran bahwa kondisi di Jakarta pada saat ini benar-benar tidak bisa disepelekan. Melihat kondisi Jakarta yang semakin hari kian mengkhawatirkan ini, Anies lagi-lagi menekankan warganya untuk tetap berada dirumah dan menjaga jarak.
Ia menuturkan bahwa kondisi ini harus dihadapi dengan serius. Seolah menahan tangis, suara Anies bergetar ketika menyampaikan bahwa 283 bukanlah angka statistik. Melainkan jumlah warga Jakarta yang pada bulan lalu dalam kondisi sehat.
"Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik. 283 itu bukan angka statistik, itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan. Mereka punya anak, mereka punya istri, punya saudara, dan ini semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara serius melakukan pembatasan. Tinggallah di rumah. Disiplin untuk menjaga jarak. Lindungi diri, lindungi keluarga," tuturnya Anies dengan nada bergetar.
Tanggung Jawab Bersama
Sebelum menutup pernyataannya Anies mengutarakan harapan agar angka kematian karena Covid-19 tidak bertambah. Baginya ini adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu perlu adanya upaya serius dari berbagai pihak.
"Jangan sampai Dinas Pertamanan dan hutan kota yang mengurusi makam ini punya angka yang lebih tinggi. Mari Kita ambil tanggung jawab semuanya," jelas Anies di akhir pidatonya.
(mdk/vna)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya