Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering Disepelekan, Ini Lho Penjelasan Kenapa Cuci Tangan Harus 20 Detik

Sering Disepelekan, Ini Lho Penjelasan Kenapa Cuci Tangan Harus 20 Detik Ilustrasi Cuci Tangan 20 Detik. ©2021 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Menjelang libur Natal dan akhir tahun, banyak orang yang mulai merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat. Meski pemerintah sudah menghapuskan cuti bersama Natal dan Tahun Baru (nataru), namun tak menutup kemungkinan kerumunan kecil masih tercipta di lingkungan keluarga.

Meski begitu, protokol kesehatan tidak boleh dilupakan. Apalagi belakangan ini mobilitas masyarakat berangsur normal. Pemandangan orang-orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan pun seolah menjadi hal lumrah yang ditemui. Padahal, salah satu cara yang wajib ditingkatkan untuk menghindari virus Covid-19 adalah dengan menjaga kekebalan tubuh.

Menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas di keseharian harus terus diterapkan. Apalagi prediksi lahirnya Covid-19 gelombang ketiga di akhir tahun tak bisa disepelekan. Selain menggunakan masker, salah satu bentuk perlindungan diri yang harus selalu diterapkan adalah mencuci tangan.

Dilansir dari akun Instagram resmi Satgas Covid-19, mencuci tangan dapat mencegah penularan Covid-19, terutama sebelum menyentuh wajah, mulut, hidung, dan mata. Tangan yang kotor dapat menyebarkan bakteri dan virus ke makanan, minuman dan barang di sekitar kita. Hal tersebut tentu bisa menyebar juga ke orang lain.

Nggak sekadar mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, durasi saat mencuci tangan juga perlu diperhatikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, serta berbagai pihak terkait sejak awal selalu menekankan untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

Berdasarkan beberapa penelitian, mencuci tangan selama 20 detik, bakteri, kuman dan virus berbahaya yang menempel di tangan bisa mati. Mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi risiko penularan hingga 35%. Risiko penularan juga bisa dilakukan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.

Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, menghindari hadirnya gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi lahir karena libur Natal dan Tahun Baru bisa dilakukan dengan mematuhi aturan baru dari pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah menerapkan PPKM level 3 sebagai bentuk upaya untuk meredam penularan Covid-19 akibat libur panjang.

Meski pemerintah tidak melakukan penyekatan pada libur nataru karena masyarakat tetap diizinkan bermobilitas, namun diharapkan masyarakat bisa lebih bijak untuk membantu usaha meredam laju penularan Covid-19. Kasus positif masih ada di berbagai daerah. Per Selasa (23/11) terdapat tambahan kasus sebanyak 394. Oleh karena itu, jangan sampai lupa melaksanakan pesan ibu selalu dan jauhi kerumunan ya!

Reporter: Azizta Laksa Mahardikengrat (mdk/snw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP