RSPAD Lakukan Terapi Plasma, Begini Cerita Perkembangan Pasien Covid-19 Makin Membaik
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 masih merebak di berbagai negara. Ada sebagian negara telah mampu menurunkan jumlah angka infeksi, sebagian lagi masih berusaha untuk menekan jumlah infeksi. Di Indonesia sendiri berbagai macam upaya telah dilakukan.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu langkah pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Cara lain yang dilakukan adalah terus melakukan penelitian vaksin yang ampuh untuk menangani virus corona.
Sayangnya, langkah satu ini dinilai membutuhkan waktu yang cukup lama. Terbaru, melalui kanal Youtube TNI AD, RSPAD Gatot Subroto melakukan percobaan dengan terapi plasma.
Penelitian Plasma Akan Dilakukan

©2020 Merdeka.com
Senin (13/4), Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan rapat virtual dengan pihak RSPAD. Pihak RSPAD memberikan kabar bahwa kini tengah dilakukan penelitian mengenai terapi plasma.
Terapi ini mengambil plasma darah dari orang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan telah dinyatakan sembuh. Penelitian ini melibatkan 3 institusi sekaligus.
Jenderal TNI Andika mengatakan, pihaknya menekankan adanya persetujuan pihak yang terlibat sebelum melakukan eksperimen, juga mematuhi protokol yang harus dilakukan.
"Harus bener-bener ada persetujuan dari pasien yang akan menjadi bahan eksperimen (volunteer plasma)," tuturnya dalam rapat virtual.
Ada Kriteria Pendonor

©2020 Merdeka.com
Dalam penelitian terapi plasma ini, tidak semua orang dapat menjadi pendonor. Kolonel CKM Nana Sunardi mengatakan, untuk menjadi seorang pendonor, harus ada kriteria yang harus dipenuhi.
"Salah satu kriteria untuk menjadi pendonor betul-betul sudah, gejalanya sudah hilang 14 hari. Kemudian hasil pemeriksaan PCR negatif. Kemudian juga plasma yang kita periksa juga dilakukan pemeriksaan terhadap parameter tidak adanya untuk infeksi menular," jelasnya.
Hasil Penelitian Menunjukkan Kondisi Pasien Semakin Membaik

©2020 Merdeka.com
Dari hasil penelitian, menunjukkan terapi plasma berjalan dengan baik. Nyonya M dan Tuan R, pasien Covid-19 yang diberikan terapi plasma menceritakan kondisinya setelah terapi. Ketika ditanya petugas medis, keduanya menjawab keadaannya semakin membaik.
"Terus selama pemberian ada keluhan-keluhan nggak?" tanya petugas medis.
"Nggak ada. Membaik malah," jawab Nyonya M.
Pertanyaan yang sama juga ditayakan oleh petugas medis kepada tuan R terkait kondisi kesehatannya. Petugas medis bertanya apakah ada perbedaan saat belum diinjeksi plasma dan sesudah diinjeksi plasma.
"Yang saya rasakan sih, alhamdulillah lebih baik," tutur Tuan R.
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

©2020 Merdeka.com
Linda Ivana, seorang pendonor plasma membagikan kisahnya. Dirinya mengungkapkan Covid-19 ini adalah penyakit yang tidak main-main. Menurutnya, yang juga seorang tenaga medis, langkah pencegahan lebih baik dilakukan karena sampai sekarang vaksin belum ditemukan.
"Istilahnya menyembuhkan itu belakangan, kita kalau bisa mulai dari awal kita cegah. Jadi pencegahan itu yang paling penting," tuturnya.
(mdk/vna)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya