Penemuan Mayat di Perairan Bangkalan, Korban Penumpang Kapal Terjun ke Laut
Merdeka.com - Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di sekitar Perairan Socah Bangkalan, Jawa Timur, pada Minggu (2/4/2023) siang. Mayat mengapung itu membuat geger masyarakat setempat.
Panit Polair Polda Jatim Iptu Guntur mengungkapkan, jenazah laki-laki tersebut diduga merupakan penumpang Kapal Motor Gunung Dempo jalur Makassar-Surabaya yang meloncat ke laut pada Jumat (31/3/2023) lalu.
“Ditemukan jam 12 siang (Minggu). Identifikasi masih dilakukan di RSUD Ibnu Sina Gresik. Ciri-ciri sesuai yang (meloncat) jatuh dari KM Gunung Dempo, bertato, pakaian cocok, beserta tinggi badannya,” terang Guntur, dikutip dari akun Instagram @wecarebangkalanmadura, Senin (3/4/2023).
Kronologi Kejadian
Pada Jumat lalu saat KM Gunung Dempo berlayar dari Makassar menuju Surabaya, seorang penumpang melapor ke satpam bahwa ia melihat ada orang terjun ke laut. Laporan itu diterima sekitar pukul 03.45 WIB.
Usai menerima laporan tersebut, mualim kapal meneruskan laporan ke nakhoda. Pihak kapal kemudian memerintahkan melakukan pencarian dan pertolongan kepada korban.
Saat itu juga, sang nakhoda juga langsung menghubungi stasiun VTS Surabaya untuk menyiarkan kepada seluruh kapal lain di wilayah tersebut.
Sementara itu, sejak laporan dari saksi mata diterima pihak otoritas kapal, upaya pencarian dilakukan sebanyak tiga kali sampai pukul 06.00 WIB, namun korban tidak ditemukan.
“Catatan sementara yang diperoleh dari saksi, korban terlihat seperti depresi. Pandangannya kosong, jalan ke sana-kemari terus loncat (ke laut),” ungkap @guntur.
Kondisi Jenazah

©2016 Merdeka.com
Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan, korban diketahui merupakan Ahmad Zulfikar (29), warga Dusun Kerajan, Klurahan Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membengkak karena terapung di laut hampir tiga hari sejak korban meloncat dari kapal.
Kini, kasus tersebut masih diselidiki pihak kepolisian. Aparat keamanan menelusuri apakah ada anggota keluarga lain atau kerabat yang naik kapal bersama korban, untuk selanjutnya dimintai keterangan.
“Imbauannya kalo ada indikasi anggota keluarga atau teman yang depresi harus didampingi, jangan dilepas gitu aja apalagi naik kapal. Saat ini masih penyelidikan dia sendirian atau gimana (saat naik kapal),” tandas Guntur.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya