Pekerja Migran Potensial Bawa Varian Baru Virus Corona, Ini Kata Pangdam V Brawijaya
Merdeka.com - Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto mengungkapkan jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) saat ini cukup banyak. Ia mewanti-wanti pekerja migran yang masuk ke Jatim menjelang Lebaran nanti diberlakukan protokol kesehatan ketat.
"Untuk kemarin saja, hampir 2.000 PMI. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apalagi para PMI ini disinyalir membawa virus-virus varian baru, membawa virus yang belum terdeteksi," terangnya di lapangan Mapolda Jatim, Senin (26/4/2021).
Lakukan Penyekatan
Selain melakukan penyekatan pengamanan larangan mudik, personel gabungan juga akan dilibatkan dalam proses pengurusan pekerja migran.
"Seluruh personel gabungan ini nanti akan disiagakan untuk mengantisipasi masyarakat yang mudik ke sejumlah daerah di Jatim. Nantinya, seluruh personel akan disebar di sejumlah titik atau pos masing-masing untuk melakukan penyekatan," ujarnya.
Sementara itu, terhitung sejak 22 April hingga 6 Meil masyarakat masih diizinkan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Timur dengan syarat khusus.
"Pemerintah sudah memberikan batasan bahwa mulai tanggal 22 April sampai 6 Mei 2021, ini masih diizinkan perjalanan masuk Jawa Timur tentunya. Tetapi, harus menunjukkan surat bebas Covid-19," imbuhnya.
Larangan Mudik

©shutterstock.com/Rob Wilson
Suharyanto menjelaskan, setelah 6 Mei 2021, masyarakat tidak diperkenankan mudik baik menggunakan transportasi umum maupun pribadi. Kebijakan ini ditempuh guna mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim.
"Setelah sampai 16 Mei 2021, selesai hari raya, itu tidak boleh lagi (mudik). Seluruh transportasi umum, nanti tidak beroperasi. Nah, di sinilah tugas dari aparat Polri dibantu oleh TNI dan komponen bangsa yang lain, melaksanakan penyekatan-penyekatan," katanya.
Titik Penyekatan di Jatim
Untuk masuk ke Provinsi Jatim ada tujuh titik penyekatan, sementara itu ada 20 titik yang akan disekat untuk antarkota di Jatim. Titik yang disekat yakni Madiun-Magetan, Madura sisi utara, Madura sisi selatan, Gerbang tol Ngawi, Gerbang tol Probolinggo, Gresik-Lamongan, Nganjuk-Jombang, Jombang-Mojokerto.
Kemudian, Blitar-Kediri, Kediri-Malang, Bojonegoro-Tuban, Ngawi-Madiun, Sidoarjo-Pasuruan, Mojokerto-Sidoarjo, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Situbondo, Pasuruan-Malang, Malang-Lumajang, Situbondo-Banyuwangi, Jember-Lumajang, dan Ngawi-Madiun.
Harapan untuk Personel Gabungan
Para personel gabungan akan segera diplot sesuai daerah yang telah ditentukan. Diharapkan para personel gabungan yang mengemban amanat bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya, yakni dengan mengantisipasi virus Corona varian baru agar tak masuk dan merebak di Jatim.
"Seperti kita ketahui bersama, situasi yang berkembang, khususnya terkait Covid-19, di beberapa negara di luar Indonesia, baik di Amerika, Amerika Latin, di Eropa, di Asia Selatan, dan yang ekstrem mungkin para anggota pun mengetahui yaitu di India, terjadi lonjakan peningkatan Covid-19 yang luar biasa," imbuhnya.
Para personel gabungan diminta melakukan tugas sebaik-baiknya, yakni memberikan tindakan tegas dan humanis.
"Jangan sampai, kejadian yang seperti saya sampaikan di luar Indonesia ini juga menimpa negara kita, bahkan di Jatim. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, bertindak tegas tapi tetap humanis," tandasnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya