Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Pilu PSK Terjaring Razia, Terpaksa Jual Diri karena Kondisi Keluarga

Kisah Pilu PSK Terjaring Razia, Terpaksa Jual Diri karena Kondisi Keluarga Ilustrasi PSK (Pekerja Seks Komersial). ©2022 Merdeka.com/Freepik

Merdeka.com - Aparat Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur, menggelar razia besar-besaran setelah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai maraknya prostitusi di sejumlah hotel di wilayah setempat.

Dalam operasi Patroli Motor Penegakkan Prokes di Masyarakat (Pamor Keris), sebanyak 12 pekerja seks komersial (PSK) dan empat muncikari diamankan petugas.

Rupanya di balik aksi nekat para PSK menjual diri, ada kisah pilu yang di baliknya. Mereka mengaku terpaksa melakukan pekerjaan tersebut karena terpaksa.

Kondisi Ekonomi

      View this post on Instagram      

A post shared by Probolinggo Kita Official (@probolinggokita)

Salah satu PSK online berinisial WW mengaku terpaksa melakukan pekerjaan tersebut lantaran terhimpit kondisi ekonomi. Setelah sang suami meninggal dunia, ia terpaksa melakoni pekerjaan sebagai PSK untuk menghidupi anak dan keluarganya.

WW mengungkapkan, selama ini ia menjajakan diri kepada pria hidung belang dengan tarif Rp300 ribu. Tarif itu sudah termasuk biaya hotel.

"Terpaksa kerja begini, karena terhimpit ekonomi, setelah menjadi janda, buat anak dan keluarganya,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Teddy, dikutip dari akun Instagram @probolinggokita, Senin (31/1/2022).

Sehari-hari, WW berpindah dari satu hotel ke hotel lain. Pekerjaan itu tidak hanya dilakoninya di Probolinggo, tetapi juga di kota-kota lain. AKP Teddy mengungkapkan, WW bisa melayani tiga hingga enam tamu dalam satu malam.

Laporan Masyarakat

ilustrasi prostitusi

©shutterstock.com/Tiplyashin Anatoly

Sebanyak 12 PSK yang terjaring razia tim gabungan, diserahkan kepada Satpol PP. Sementara empat orang yang diduga muncikari diperiksa oleh aparat Satreskrim Polres Probolinggo.

"Tim gabungan bersama Satpol PP berhasil mengamankan 12 PSK dan 4 muncikari, yang sistem pesannya melalui online media sosial Michat,” jelas AKP Teddy, Sabtu (29/1/2022).

Penggerebekan dilakukan setelah Polres Probolinggo menerima laporan masyarakat terkait maraknya prostitusi di sejumlah hotel di wilayah setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas gabungan dari Polres Probolinggo Kota dan Satpol PP menggelar razia besar-besaran sejak Jumat (28/1) hingga Sabtu (29/1) dini hari.

Terjaring Razia

ilustrasi michat

©2022 Merdeka.com/michat.sg

Razia dimulai dari sebuah hotel di Jalan Suroyo. Di hotel ini, petugas mendapati sepasang pria dan wanita di dalam kamar.

Di kamar lain, petugas juga mendapati sepasang pria dan wanita yang mengaku sebagai pasangan kekasih tengah berduaan di kamar. Namun, saat petugas mengecek ponsel mereka, ditemukan transaksi melalui aplikasi online MiChat.

Selain menemukan sejumlah pasangan di luar nikah, petugas juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi bekas dan baru, serta sejumlah obat kuat. Bukti-bukti tersebut membuat mereka yang terjaring razia akhirnya mengakui sebagai PSK online.

Terbongkarnya praktik prostitusi online ini baru terjadi kali ini sejak operasi Pamor Keris digelar di Kota Probolinggo. Temuan ini membuat Polres Probolinggo Kota berencana menggalakkan razia.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP