Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Pelajar SMP Korban Kekerasan Guru, Prinsip Hidup Orang Tuanya Bikin Kagum

Kisah Pelajar SMP Korban Kekerasan Guru, Prinsip Hidup Orang Tuanya Bikin Kagum Wali Kota Surabaya kunjungi korban kekerasan guru SMP 49 Surabaya. ©2022 Merdeka.com/Instagram @ericahyadi_

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, video seorang guru SMP 49 Surabaya memukul salah satu siswanya di kelas viral di media sosial. Video itu direkam oleh siswa lain yang saat itu berada di kelas dan menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh sang guru.

Berkat video tersebut, sang guru mendapat ganjaran atas apa yang sudah diperbuatnya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun tangan langsung dan memerintahkan Dinas Pendidikan mencabut tugas yang bersangkutan dari SMP 49 Surabaya.

Wali Kota Eri mendatangi SMP 49 Surabaya dan berdialog dengan para guru di sana. Beberapa hari berikutnya, ia mengunjungi korban MR di rumahnya.

Hidup Sederhana

      View this post on Instagram      

A post shared by Eri Cahyadi (@ericahyadi_)

“Mengunjungi ananda MR, pelajar SMP 49 Surabaya yang menjadi korban pemukulan gurunya. Di tempat pondokannya yang sederhana,” tulis Eri Cahyadi melalui akun Instagramnya, @ericahyadi_ (2/2/2022).

Setelah menyusuri jalan kecil di permukiman padat penduduk, tibalah Eri di rumah MR. Bangunan rumah berwarna krem itu tampak sederhana.

Di depannya bak-bak plastik tergantung di dinding rumah. Sementara di sela-sela genteng depan rumahnya, tergantung beberapa helai pakaian sehabis dicuci.

Di rumah itu, MR tinggal bersama orang tua, saudara kembar dan adiknya yang masih bayi. 

Wali Kota Eri mengaku terus-menerus kepikiran dengan MR dan merasa berdosa. Pasalnya, bagaimana pun guru SMP adalah bagian dari Pemkot Surabaya.

“Jadi ibarat Pemkot Surabaya menyakiti warganya sendiri. Saya mohon maaf karena itu,” lanjutnya.

Nasib Guru Pelaku Kekerasan

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri menyampaikan permintaan maaf kepada MR dan orang tuanya.

Ia juga menyampaikan bahwa guru pelaku kekerasan terhadap MR sudah tidak lagi mengajar di SMP 49 Surabaya.

“Guru yang bersangkutan sudah tidak lagi mengajar di SMP 49. Sudah saya instruksikan untuk ditarik ke kantor Dinas Pendidikan,” kata Eri.

Enggan Dapat Bantuan

Lebih lanjut, Wali Kota Eri menyemangati MR dan saudara kembarnya untuk lebih giat belajar dan tidak menyerah pada keterbatasan.

“Jadi anak yang pintar ya biar kehidupan nanti lebih baik. Harus bisa mengalahkan bapak ibu. Soalnya orang tua itu paling senang kalau dikalahkan anaknya,” ujar Eri sembari menepuk bahu MR dan saudara kembarnya.

Wali Kota Surabaya itu berjanji akan mengirimkan dua sepeda untuk MR dan saudara kembarnya. Agar memudahkan keduanya pulang pergi sekolah.

Selama ini keluarga MR tidak menerima bantuan sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Saat ditanya Wali Kota Eri mengapa tidak mendaftarkan diri, Ali Muhjayin, bapak MR, memiliki jawaban yang tak disangka-sangka.

“Saya berjuang sekuat tenaga, tak perjuangkan sampai titik darah penghabisan. Kalau sudah tidak kuat, baru daftar (MBR),” ungkap Ali.

Menanggapi keteguhan sikap Ali, Wali Kota Eri mendoakan supaya ia sekeluarga senantiasa sehat dan diberi rezeki barokah.

“Kita doakan adik MR, saudara, bapak-ibunya selalu sehat, diberi rezeki yang barokah, dan bisa menggapai masa depan yang lebih baik. Aamiin,” pungkas Eri.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP