Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jangan sampai Keliru, Ini Beda Tes Rapid Antigen dan Antibodi yang Harus Diketahui

Jangan sampai Keliru, Ini Beda Tes Rapid Antigen dan Antibodi yang Harus Diketahui Ratusan guru jalani rapid tes Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Di tengah pandemi seperti saat ini, muncul beberapa istilah tes yang awam. Seperti Rapid Test, Swab Test hingga PCR. Tes-tes ini sangat berguna untuk mengetahui apakah ada virus Corona dalam tubuh kita. Namun, setiap tes ini memiliki perbedaan, mulai dari metode hingga akurasinya.

Untuk akurasi yang tinggi, tes Swab atau PCR diperlukan. Ditambah lagi, Satgas Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran No. 3 Tahun 2020 mengenai kebijakan untuk menyertakan surat keterangan negatif melalui tes Rapid Antigen, bagi yang hendak ke luar kota.

Lalu, apa beda Rapid Antigen dan Rapid Antibodi?

Rapid Antibodi

Tes rapid ini tergolong cepat dan paling mudah di jangkau masyarakat. Untuk hasil tes rapid antibodi, hanya memerlukan 5-10 menit saja. Metode yang digunakan ialah melalui tetesan darah yang diambil dari jari tangan.

Tes diagnostik ini dapat mengetahui keberadaan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh, apabila terinfeksi Corona. Namun sayangnya, akurasi tes ini rendah, hanya sekitar 18 persen saja. Sedangkan untuk biaya cukup murah, kisaran Rp80 ribu sampai Rp150 ribu.

Rapid Antigen

Sedangkan rapid antigen merupakan tes diagnostik yang metodenya mirip dengan tes Swab. Bedanya dengan rapid antibodi, tes ini memiliki akurasi yang lebih tinggi yakni sekitar 80%. Untuk hasilnya, dapat diketahui sekitar 30 menit hingga 3 jam. Tes rapid antigen ini semakin diminati, karena dijadikan syarat untuk bepergian ke luar kota di dalam negeri.

(mdk/snw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP