Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingin Viral, Nasib 3 Pemuda Madiun Curi Boneka Pocong Berujung Nahas

Ingin Viral, Nasib 3 Pemuda Madiun Curi Boneka Pocong Berujung Nahas Pemuda di Madiun curi boneka pocong alat sosialisasi Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Instagram @seputarmadiun

Merdeka.com - Tiga pemuda asal Kota Madiun nekat mencuri boneka pocong yang dipasang petugas sebagai alat sosialisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 kepada masyarakat. Tindakan tersebut membuat ketiganya diamankan petugas Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur.

Kasat Binmas Polres Madiun Kota AKP Hanis Eni Winarsih menuturkan bahwa ketiga pemuda itu mengaku hanya iseng mencuri boneka. Mereka mencuri boneka pocong yang dipasang petugas di Pos Polisi 901 Bantaran pada Sabtu (10/7) malam.

Tujuannya yakni membuat video lelucon yang akan diunggah ke media sosial. Dari konten video tersebut, ketiganya ingin viral.

"Meski mereka hanya iseng, aksi tersebut tetap tidak bisa dibiarkan karena yang dicuri media sosialisasi protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat. Karenanya, petugas mencari ketiga pelaku dan berhasil ditangkap di rumah masing-masing," tutur AKP Hanis di Madiun, Senin (12/07), dikutip dari Antara.

Penyidikan

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Info Seputar Madiun (@seputarmadiun)

Video yang dibuat ketiga pemuda itu memang sempat viral di kalangan warganet Madiun. Meski demikian, video itu pula yang menjadi dasar penangkapan mereka.

Pihak Polres Madiun tetap melakukan penyidikan meskipun ketiga pemuda itu mengaku aksinya iseng semata. Sebelum dilakukan penyidikan, ketiga pemuda itu telah lebih dulu mengikuti tes usap Covid-19.

"Kalau untuk tes swab itu sudah merupakan SOP sebelum dilakukan penyidikan. Artinya, kami berupaya melindungi anggota kami sebaik mungkin," tutur Hanis.

Sementara itu, salah seorang pelaku, Dedi Wijaya mengaku menyesal telah melakukan aksi pencurian boneka pocong. Ia sama sekali tak menduga aksinya berujung berurusan dengan kepolisian.

"Ya, iseng saja. Itu (boneka pocong) tak ambil terus dinaikin motor keliling kota. Bukan untuk menakut-nakutin orang. Hanya untuk lucu-lucuan sendiri saja. Tidak tahunya malah begini," ungkapnya.

Imbauan untuk Warga

ilustrasi corona

©2020 Merdeka.com/shutterstock

Kepolisian meminta warga Kota Madiun tidak meniru aksi ketiga pemuda tersebut. Lebih dari itu, warga diminta melakukan hal kreatif yang baik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat, terutama saat pandemi.

Ia meminta warga saling mengingatkan dan ikut memberikan sosialisasi kepada sesama untuk menjaga protokol kesehatan. Tujuannya, supaya penularan Covid-19 di Kota Madiun yang masih tinggi bisa ditekan.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP