Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hampir 1.000 Kasus, Ini 3 Fakta Maraknya Demam Berdarah di Jatim Awal 2022

Hampir 1.000 Kasus, Ini 3 Fakta Maraknya Demam Berdarah di Jatim Awal 2022 Ilustrasi nyamuk. ©2012 Shutterstock/mrfiza

Merdeka.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Timur selama periode tiga pekan di awal Januari 2022 hampir menyentuh angka 1.000 kasus.

"Selama 1-24 Januari 2022, ada 977 orang yang terkena DBD," terang Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr. Erwin Astha Triyonno di Surabaya, Rabu (26/1/2022).

Menurut Erwin, kasus DBD terbanyak ada di Kabupaten Bojonegoro yakni 112 orang terjangkit. Berikutnya, Nganjuk sebanyak 72 orang, Malang 66 orang serta Ponorogo dan Sidoarjo masing-masing 53 orang.

Korban Meninggal

korban

©2016 Merdeka.com

Sementara itu, korban meninggal dunia akibat DBD selama periode tiga pekan di awal Januari 2022 sebanyak 17 orang.

Di Kabupaten Pamekasan terdapat tiga orang meninggal dunia akibat terjangkit DBD. Selanjutnya, di Kabupaten Bojonegoro dan Nganjuk masing-masing dua orang.

Kemudian, di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Kediri masing-masing satu orang. Berikutnya, delapan orang lain yang meninggal dunia akibat terjangkit DBD berasal dari daerah lain.

Cara Cegah DBD

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian omicron, Kepala Dinkes Jatim itu mengajak masyarakat untuk tidak melupakan bahaya DBD.

Menurut dia, langkah preventif dan promotif jauh lebih efektif dalam upaya penanganan DBD. Oleh karena itu, imbuh dia, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai 3 M. menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas

"Dimaksimalkan juga penggunaan pengasapan atau abate sesuai indikasi. Indikasi terbaik pengasapan adalah ketika ada pasien di situ," ujarnya, dikutip dari Antara.

Pengasapan berfungsi untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, sedangkan abate berguna untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Mayoritas Serang Anak

berdarah

©2016 Merdeka.com

Sementara itu, selama periode tiga pekan pertama Januari 2022, kasus DBD di Kota Surabaya tercatat sebanyak 31 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus DBD paling banyak menjangkiti anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina mengungkapkan, perubahan kondisi klinis pasien DBD berlangsung cepat.

Oelah karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan laboratorium rutin terhadap kasus demam lebih dari tiga hari.

"Tentunya dengan gejala yang mengarah ke infeksi dengue. Seperti nyeri kepala, mual, nyeri otot, nyeri di belakang bola mata dan adanya bercak kemerahan di kulit," terangnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP