Fakta Meninggalnya Terapis Pijat Plus di Surabaya, Dibunuh karena Minta Tambahan Uang
Merdeka.com - Seorang terapis pijat plus yang merupakan warga Surabaya dibunuh pelanggannya. Korban berinisial OW (33) dibunuh di kontrakan pelaku dan jasadnya diletakkan di dalam kardus.
Dikutip dari liputan6.com, pelaku berinisial Y (18) merupakan seorang mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur. Motif pembunuhan dikarenakan korban tidak memenuhi perjanjian pijat plus yang disepakati di awal.
Melalui Media Sosial

©2016 Merdeka.com
Pelaku menceritakan awal pertemuannya dengan korban, yakni lewat media sosial Facebook. Melalui media sosial itu terjadilah kesepakatan pijat plus yang akan dilakukan di rumah kontrakan pelaku.
"Perjanjian awal tarifnya 950 ribu rupiah, pijat full servis selama 90 menit, namun korban hanya memijat sekitar 45 menit," ujar pelaku di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (17/6).
Selanjutnya, korban menawarkan jasa lebih dari pijat yaitu berhubungan badan. Belum sempat melakukan hubungan itu, korban minta tambahan uang tip dan berteriak-teriak.
"Belum sempat hubungan badan, korban berteriak-teriak sambil minta tambahan uang tip. Karena takut terdengar tetangga dan takut digrebek warga, akhirnya korban saya tusuk dua hingga tiga kali," terang pelaku.
Pergi ke Mojokerto

©2020 Merdeka.com/liputan6.com/Dian Kurniawan
Menurut keterangan pelaku, sebelum menusuk korban ia sempat membekapnya.
"Awalnya saya berniat membakar korban dan sempat kena kaki korban, namun karena tidak tega maka saya tidak melanjutkan membakar korban," ujar pelaku.
Sebelum melarikan diri ke rumah bibinya di Mojokerto, pelaku sempat beberapa menit berada di rumah kontrakan yang menjadi tempat kejadian perkara. Ia mengaku pergi ke rumah bibinya untuk merundingkan masalah tersebut.
Pelaku mengaku mendapat uang untuk menyewa jasa terapis pijat plus dari sang ibu.
"Kira-kira sudah empat sampai lima kali saya sewa jasa terapis pijat plus, namun bukan sama korban tapi sama wanita lain," ujar pelaku.
Kondisi Jenazah Korban

©2016 Merdeka.com
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan, pihaknya telah mendapat laporan tentang penemuan mayat perempuan.
Mayat tersebut ditemukan dalam kardus bekas kulkas di sebuah rumah di Surabaya pada Rabu, 17 Juni 2020.
"Saat dicek di TKP ditemukan jenazah dalam kondisi berlumur darah dengan beberapa bekas luka pada tubuhnya seperti di tangan, leher dan kaki," ujar Sudamiran.
Jenazah mengalami luka pada bagian leher, tangan dan kaki. Hingga kini, anggota Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi juga sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah.
Mereka juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada di sekitar kejadian. Menurut Sudamiran, peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Selasa, 16 Juni 2020 malam. Sampai berita ini ditulis, pihaknya masih menyelidiki untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya