Bocah SMP Jadi Korban Pemerkosaan Pemuda Ngawi, Awalnya Kenalan di Facebook
Merdeka.com - Seorang bocah SMP menjadi korban pemerkosaan pemuda berinisial DMS (24) asal Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Setelah menerima laporan terkait pemerkosaan yang dilakukan DMS, aparat Polres Magetan pun menindaklanjuti kasus tersebut.
“Pemuda 24 tahun asal Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berinisial DMS harus berurusan dengan Polres Magetan,” tulis akun Instagram @medhioen_ae, Jumat (27/5/2022).
Kronologi Kejadian

©2022 Merdeka.com/Instagram @medhioen_ae
Peristiwa pemerkosaan itu berawal dari perkenalan pelaku dan korban melalui media sosial Facebook. Pelaku kemudian meminta nomor WhatsApp korban lalu keduanya menjalin komunikasi cukup intens.
Saat itulah pelaku mengajak korban untuk menginap di salah satu hotel di kawasan Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
"Korban pemerkosaan melapor dan mengaku bahwa pelaku dikenal korban melalui media sosial Facebook. Hingga tukar nomor WhatsApp dan pergi ke hotel di Sarangan tempat pemerkosaan," tutur Kasat Reskrim Polres Magetan, Iptu Rudy Hidajanto.
Aparat Polres Magetan berhasil menangkap pelaku DMS pada Rabu (25/5/2022). Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa seprai berwarna merah dan motor yang dikendarai pelaku untuk menemui korban.
Komentar Warganet
“Bagaimana menurutmu? Kok ada-ada saja kelakuan orang zaman sekarang,” tulis akun Instagram @medhioen_ae.
Warganet pun membanjiri kolom komentar akun Instagram @medhioen_ae.
“Kalau baru kenal sudah mengajak ke hotel, harusnya diblokir aja WhatsApp-nya. Postingan seperti ini sebenarnya bisa jadi pengingat buat para orang tua. Didiklah anak sesuai zamannya,” komentar pemilik akun Instagram @riizh22.
“Hati-hati kalau kenalan. Jangan mau diajak ke tempat yang jauh. Waspada, jangan mudah tersanjung. Kalau sudah begini, perempuan yang rugi,” tulis @arikpoedjilestari.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya