Penuh Pilu, Ibu di Bangkalan Ini Lahirkan 4 Bayi Sekaligus Tapi Meninggal Semua
Merdeka.com - Baru-baru ini beredar sebuah video pilu tentang seorang ibu yang berhasil melahirkan empat bayi sekaligus. Yang sempat membuat heboh, ibu tersebut melahirkan keempat anaknya sendiri tanpa bantuan medis.
Seperti dilansir dari Instagram @ndorobeii, bayi-bayi tersebut dibaringkan di sebuah dipan dan disaksikan banyak warga di kampung tersebut. Berdasarkan keterangan, kejadian tersebut merupakan hal baru di wilayah Desa Gunung Sereng, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
“Baru kali ini terjadi di desa kami. Seorang ibu-ibu melahirkan 4 bayi kembar sekaligus, tanpa bantuan bidan & dukun beranak,” tulis Hamiem Alambara di akun tersebut.
Seluruh Bayi Meninggal Dunia
Dari empat bayi tersebut, tiga berjenis kelamin perempuan dan satu berjenis kelamin laki-laki. Namun tak berselang lama, seperti tertulis di caption tersebut dua bayi diketahui langsung meninggal dunia.
Kemudian, setelah tiga hingga empat jam kemudian, dua bayi lainnya juga diketahui meninggal dunia pada malam harinya.
"Tapi Allah SWT berkehendak lain, dua bayi meninggal dunia. Lalu berselang 3-4 jam kemudian yang dua lainnya lagi juga meninggal dunia. Insya Allah surga tempat nya,” lanjutan caption di video yang diunggah Sabtu (23/01) tersebut.
Lahir Prematur

©2021 Kanal youtube Serambi Desa/editorial Merdeka.com
Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Kwanyar, Bangkalan, AKP Andy Bantera mengungkapkan jika memang benar terdapat empat bayi kembar yang lahir dengan normal. Proses kelahiran tanpa bantuan medis di Desa Gunung Sereng, Kecamatan Kwanyar, juga dikonfirmasi kepolisian.
Namun sayangnya, keempat bayi tersebut lahir dengan kondisi prematur dan berat kurang dari satu kilogram. Ia juga mengungkapkan jika keempatnya telah meninggal dunia, dengan selisih waktu beberapa jam setelah dilahirkan.
Sempat Dibawa ke Bidan Desa
Berdasarkan penelusuran, sebelumnya sang ibu sempat dibawa ke bidan desa pada Kamis (21/01) pagi ketika hendak melahirkan. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya pihak bidan menyarankan sang ibu untuk melahirkan ke Puskesmas Kwanyar.
Sayangnya, rujukan tersebut ditolak, dan sang ibu harus kembali ke rumah. Menjelang sore, sang ibu diketahui melahirkan keempat bayinya di kamar mandi.
“Kami belum mengetahui identitas si ibu, tapi dalam kasus tersebut sang ibu bisa termasuk dalam kategori abortus, atau keadaan di mana si bayi belum saatnya lahir,” tutur Toha, kepala Puskesmas Kwanyar, seperti dilansir dari kanal Youtube biq Channel.
Komentar Netizen
Viralnya video tersebut lantas membuat para warganet menyayangkan tindakan dari pihak keluarga yang menempatkan bayi di luar rumah tersebut. Menurut mereka, seharusnya bayi masih bisa diselamatkan ketika langsung mendapatkan pertolongan medis.
“Gimana ga meninggal, bukannya dikasih perawatan malah dipajang. Astagfirullah.. yang harusnya masih bisa ketolong tapi karena dipajang-pajang malah meninggal semua.. Emang lahiran segampang itu?? 1 aja luar biasa, apalgi 4 cuma buat disia-sia in,’’ tulis @wiwisyam.
“Setelah dilahirkan kenapa dipajang diluar gitu? Atau memang begitu tradisinya? Wlaupun semua adalah takdir apakah sudah di tindak oleh tenaga kesehatan? Terlihat disitu tidak ada tenaga kesehatan,” komentar @mffacandra.
“Karena tidak segera mendapat penanganan medis,” papar @harrysuharno.
“Di tiktok udah rame duluan, itu awalnya msh hidup semua, tapi malah jadi bahan tontonan warga, dijemur pula. Katanya jauh sama rs, cuma udah ada bidan yg dtg,” tulis @meidy.wulandari.7.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya