Baliho Permintaan Maaf Bupati Probolinggo Dicopot Paksa, Begini Kronologinya
Merdeka.com - Baliho permintaan maaf terkait kasus korupsi Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang terpasang di jalan raya Panglima Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur diturunkan oleh Satpol PP setempat pada Senin (6/9/2021) sekitar pukul 12.40 WIB.
Baliho berwarna biru dongker bertuliskan "Maafkan Kami... Atas luka yang kami goreskan, bila masih ada setetes kebaikan, izinkan sebait doa tetap menjadi silaturahmi bagi kita" itu diduga dipasang oleh Relawan Hasan dan Tantri.
Pasalnya, di baliho bagian bawah tertera tulisan #relawan-hati #hasantantri-followers. Baliho serupa juga terpasang di Kelurahan Semampir.
Ilegal
Lihat postingan ini di InstagramKasi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo mengungkapkan bahwasanya pemasangan baliho tersebut tidak berizin. Maka, pihaknya selaku penegak Perda menurunkan paksa baliho tersebut.
"Tidak berizin, kami turunkan," ujarnya saat memantau penurunan baliho tersebut, dikutip dari Instagram @probolinggokita, Senin (6/9/2021).
Sampai berita ini ditulis, Budi mengaku belum mengetahui pihak yang membuat dan memasang baliho permintaan maaf tersebut. Satpol PP Kabupaten Probolinggo bahkan baru mengetahui keberadaan baliho saat sudah tersebar di media sosial.
Dapat Aduan
Satpol PP Kabupaten Probolinggo kemudian menghubungi Dinas Perizinan setempat dan memastikan bahwa baliho tersebut tidak berizin.
"Makanya kami lakukan penurunan," tegas Budi.
Sebelum melakukan penurunan paksa, Satpol PP Kabupaten Probolinggo mendapat aduan dari salah satu ormas terkait keberadaan baliho di depan kantor Dinas Pendidikan Probolinggo yang dipasang secara ilegal.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya