Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akademisi Unej Bagikan Tips Aman Konsumsi Daging Kurban, Beda dari Biasanya

Akademisi Unej Bagikan Tips Aman Konsumsi Daging Kurban, Beda dari Biasanya Ramai Wabah PMK, Begini Cara Memilih Daging Sapi yang Segar dan Sehat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Akademisi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Riska Rian Fauziah PhD menjelaskan beberapa tips aman mengonsumsi daging kurban di tengah maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah.

"Mengonsumsi daging dan susu sapi di tengah mewabahnya PMK itu aman, meskipun dari ternak yang terinfeksi PMK, selama proses memasaknya sudah benar," jelasnya melalui keterangan tertulis.

Menurut Riska, tahun ini Iduladha tidak sesemarak tahun-tahun sebelumnya karena wabah PMK.

"Tahun ini, euforia kurban tidak akan sesemarak tahun-tahun sebelumnya karena merebaknya wabah PMK dan penyakit yang menyerang hewan berkaki belah itu saat ini cukup viral," tuturnya, dikutip dari Antara, Jumat (8/7).

Penyebab PMK

upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku pada sapi di depok

©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Menurut Badan Kesehatan Hewan Dunia, PMK atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit yang menyerang hewan berkaki belah seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi. Penyakit ini disebabkan oleh Apthovirus, yang merupakan virus RNA.

PMK mneyebabkan luka pada bagian mulut dan kuku ternak. Selain itu, virus tersebut juga bisa bertahan di dalam kelenjar getah bening, tulang, kelenjar susu, dan organ visceral pada ternak yang terinfeksi.

Wabah ini menular sangat cepat antara ternak satu dengan ternak lain. Penularannya bisa melalui kontak langsung ataupun ditularkan melalui udara. 

Meski demikian, sampai saat ini tidak ada laporan yang menyebutkan wabah PMK bisa menular pada manusia. Wabah ini bukan zoonosis atau penyakit yang bisa menular dari hewan kepada manusia.

Tips Memasak Daging

sapi wagyu kobe

© Depositphotos

Riska pun membagikan tips memasak daging kurban agar aman dikonsumsi, yakni daging direbus tanpa dicuci. 

"Aphtovirus itu akan mati pada suhu 70 derajat celcius. Apabila membeli daging atau mendapat pembagian daging kurban, sebaiknya daging langsung direbus tanpa dicuci dulu hingga mendidih selama 15 menit (pre-heating) dan plastik/pembungkus disiram dengan detergen terlebih dahulu sebelum dibuang," jelasnya.

Selanjutnya, daging yang telah di pre-heating dicuci dan diolah sesuai selera. Adapun jika ternak yang disembelih terinfeksi PMK, sebaiknya bagian kaki dan mulut (cingur) tidak dikonsumsi. Sebelum kaki dan mulut ternak yang terinfeksi PMK dibuang, sebaiknya dibakar terlebih dahulu agar virusnya mati dan tidak menyebar ke lingkungan.

"Sebenarnya yang lebih mengkhawatirkan saat perhelatan ibadah kurban di tengah wabah PMK itu adalah penyebaran virus PMK yang semakin massif," tegas pakar daging FTP Unej itu.

Hewan Kurban Harus Sehat

pasar hewan kurban di jonggol

©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Anggota Kelompok Riset Pangan ASUH itu mengimbau panitia kurban untuk memastikan hewan yang akan disembelih sehat. Apalagi, kata dia, meskipun penampakan ternak terlihat sehat, belum tentu bebas PMK. 

"Masa inkubasi virus PMK adalah 1-14 hari, sehingga panitia kurban perlu memperhatikan sanitasi hygiene yang benar untuk mengurangi risiko penyebaran PMK," imbau pengajar Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Unej itu.

Dia menambahkan, sebaiknya panitia yang menangani daging dan jeroan berbeda orang. Di mana orang yang menangani jeroan tidak boleh kontak lagi dengan daging. Selain itu, panitia kurban diminta merebus jeroan terlebih dahulu sebelum membagikannya ke masyarakat.

"Peralatan yang digunakan dalam proses penyembelihan dilakukan pembersihan dengan desinfektan atau detergen. Limbah dari penyembelihan sebaiknya tidak langsung dibuang ke lingkungan, tetapi dibakar terlebih dahulu atau dikubur," tandasnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP