3 Fakta Terbaru Erupsi Gunung Anak Krakatau, Berstatus Waspada
Merdeka.com - Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus pada Jumat (10/4) malam dan Sabtu (11/4) pagi. Pada Jumat malam, terjadi dua kali erupsi dengan ketinggian kolom abu vulkanik yang berbeda. Kini, Gunung Anak Krakatau ditetapkan berstatus Level II atau waspada.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 21.58 WIB dengan ketinggian kolom abu vulkanik sekitar 200 meter.
Sementara pada erupsi kedua, kolom abu vulkanik tampak membumbung lebih tinggi yakni sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Antara erupsi pertama dan kedua berselang kurang lebih setengah jam.
Status Waspada Gunung Anak Krakatau

2020 Merdeka.com/liputan6.com
Dikutip dari magma.esdm.go.id, kolom abu vulkanik dari erupsi pertama Gunung Anak Krakatau berwarna kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal menuju arah selatan. Pada seismograf, erupsi yang terjadi Jumat malam itu menunjukkan amplitudo maksimum 40 mm dengan durasi 72 detik.
Berselang kurang lebih setengah jam, terjadilah erupsi kedua. Sekitar pukul 22.35 WIB, erupsi kedua Gunung Anak Krakatau memiliki kolom abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.
Berkebalikan dengan erupsi pertama, pada erupsi kedua ini abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal menuju arah utara. Erupsi kedua terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 2.284 detik.
Dengan demikian, Gunung Anak Krakatau ditetapkan berstatus waspada. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di dekat kawah. Jarak minimal yang disarankan untuk masyarakat ialah berada lebih dari 2 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Letusan Terus Berlangsung

2020 Merdeka.com/liputan6.com
Sabtu (11/4) pagi, tercacat Gunung Anak Krakatau mengalami 5 kali letusan. Sampai berita ini ditulis, setidaknya sudah ada 7 kali letusan Gunung Anak Krakatau dalam dua hari terakhir. Pemantauan Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan letusan terjadi pada pukul 00.06 WIB, 00.09 WIB, 00.15 WIB, 04.19 WIB dan 05.44 WIB.
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, pada erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini tidak ada bau belerang dan debu vulkanik. Bahkan hujan mulai turun dan masyarakat sekitar mulai kembali ke rumahnya.
Kendatipun demikian, masyarakat masih terus berjaga-jaga dengan melakukan ronda untuk memantau kondisi Gunung Anak Krakatau, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo kepada awak media.
Ia juga menjelaskan bahwa instansi terkait di Kabupaten Lampung Selatan berkeliling memberi pengumuman kepada warga mengenai kondisi terbaru Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tenang dan tidak panik karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah reda.
Dentuman Tidak Sampai Jakarta dan Depok

2020 Merdeka.com
Sempat beredar kabar bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan dentuman di Jakarta dan Depok. Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa dentuman keras yang terdengar di Jakarta sampai Depok bukan karena Gunung Anak Krakatau.
"Terlalu jauh jika terdengar hingga Jakarta dan Depok," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani di Jakarta, Sabtu (11/4), sebagaimana dikutip dari liputan6.com.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya