3 Fakta Kawasan Khusus Ekonomi untuk Eks Napi Teroris di Banyuwangi, BNPT Siapkan Ini
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berencana mengembangkan Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) berbasis ekonomi di Kabupaten Banyuwangi. Kawasan itu disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan terpengaruh paham terorisme dan mantan narapidana teroris (eks napiter).
“Kami akan membentuk Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN). Di Banyuwangi ini, kami sedang menjajaki potensi-potensi usaha di bidang kelautan dan perikanan yang bisa menjadi mitra kerjasama,” tutur Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Kamis (26/8/2021).
Program Deradikalisasi
Pembentukan KKTN merupakan program deradikalisasi dengan konsep pembangunan kesejahteraan bagi para mantan napiter.
Kawasan tersebut akan menjadi tempat reintegrasi sosial bagi para mantan napiter. Mereka akan diberdayakan melakukan berbagai aktivitas ekonomi seperti perikanan, pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Selain itu, mereka juga akan dibaurkan dengan masyarakat sekitar.
"Kami berharap dengan cara ini mereka bisa memiliki kemandirian pada aspek ekonomi,” tutur Jenderal jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988.
Penyintas dan Korban

©2021 Merdeka.com
Lebih lanjut, selain untuk para mantan napi teroris, kawasan tersebut juga diperuntukkan bagi para penyintas.
“Jadi bukan hanya eks napiter saja, penyintas juga korban. Jadi keduanya harus diperlakukan secara adil. Dengan cara ini kita berharap mereka akan menjadi bagian deradikalisasi yang terjadi dalam masyarakat,” ungkap Boy.
Sambutan Baik
Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menyambut baik tawaran dari BNPT. Ia menilai program KKTN baik dilaksanakan.
"Ada pemberdayaan bagi para eks napiter. Kami di daerah akan selalu mendukung program pusat, salah satunya program deradikalisasi ini,” tutur Sugirah, dikutip dari Antara.
Di Banyuwangi sendiri, program pencegahan terorisme intens dilakukan. Salah satunya, melalui program Smart Santri.
Selain itu, Banyuwangi juga terus merawat kerukunan antar umat beragama. Tekait kerukunan beragama, Banyuwangi mendapat penghargaan Harmony Award.
“Ke depan, upaya-upaya semacam ini akan terus kita tingkatkan untuk menjaga Banyuwangi dan NKRI dari paham radikalisme,” pungkasnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya