Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Fakta Balai Rehabilitasi Surabaya Penuh, Begini Nasib Ratusan ODGJ dan Disabilitas

3 Fakta Balai Rehabilitasi Surabaya Penuh, Begini Nasib Ratusan ODGJ dan Disabilitas Liponsos Keputih Surabaya. ©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkot Surabaya

Merdeka.com - Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Kota Surabaya kelebihan kapasitas. Akibatnya, sebanyak 200 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas yang awalnya tinggal di sana dipindahkan ke berbagai balai rehabilitasi milik Kementerian Sosial yang ada di luar Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin menuturkan, pemindahan ODGJ dan disabilitas dilakukan karena Liponsos Keputih kelebihan kapasitas.

"Di Liponsos Keputih ada 900 ODGJ. Jumlah ini membuat Liponsos Keputih kelebihan kapasitas dan membuat pendamping ODGJ kewalahan," terangnya di Surabaya, Jumat (4/2/2021).

Hidup Layak

liponsos keputih surabaya

©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkot Surabaya

Dinsos Surabaya melakukan komunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk menindaklanjuti pemindahan ratusan ODGJ dan disabilitas.

"Setelah kami sampaikan, Alhamdulillah mulai kemarin itu ada seleksi. ODGJ mana saja yang bisa dibawa untuk direhabilitasi ke tempat lain," ungkapnya.

Menurut Anna, seorang ODGJ harus punya hidup yang layak seperti manusia pada umumnya. Maka dari itu, ia tidak bisa tinggal diam membiarkan kapasitas Liponsos yang semakin penuh.

"Mereka (ODGJ) punya hak untuk hidup lebih baik. Kalau terlalu banyak, kami tidak maksimal, karena pendamping kami juga terbatas," kata Anna, dikutip dari Antara.

Seleksi

Sebelum dipindahkan, ODGJ dan penyandang disabilitas mengikuti berbagai seleksi seperti tes kesehatan, tes usap dan tes-tes lain. Seleksi ini dilakukan oleh masing-masing pimpinan balai rehabilitasi yang ada di luar Jatim.

Sementara itu, ODGJ yang menderita penyakit atau gejala kesehatan tertentu akan terlebih dahulu dirawat di RS Jiwa Menur Surabaya. Setelah sembuh, yang bersangkutan akan didampingi.

"Ini yang kami referalkan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh masing-masing perwakilan balai. Jadi tidak semua, kami sendirikan di barak A, B dan C, yang kondisinya paling parah tidak kami kirim. Kami khawatir berontak dalam perjalanan," jelasnya.

Balai Rehabilitasi Tujuan

liponsos keputih surabaya

©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkot Surabaya

Beberapa balai rehabilitasi milik Kemensos yang menampung ODGJ dan disabilitas dari Liponsos Keputih Surabaya antara lain Balai Rehabilitasi Prof. Dr. Soeharso, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilita Temanggung, kemudian di Balai Rehabilitasi Bogor, Sukabumi, Magelang, Bandung dan masih banyak lainnya.

Pada tahun 2021, kata Anna, ada 100 ODGJ dan disabilitas yang dipindahkan ke berbagai balai penampungan milik Kemensos. Kini sudah ada 26 ODGJ dan disabilitas yang dikembalikan ke Liponsos Keputih.

Demi memastikan pelayanan terhadap ODGJ dan disabilitas bisa maksimal, Dinsos Surabaya akan terus berkomunikasi dengan balai milik Kemensos.

"Bayangkan, di Liponsos itu ada 800-900 ODGJ. Pendampingnya hanya ada 20 orang, pola ini kurang maksimal. Seharusnya 1:10, maksimal satu orang mendampingi enam orang ODGJ," tandasnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP