Fakta dan Potret Terbaru Erupsi Merapi, Hujan Abu Sampai Solo
Merdeka.com - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pukul 5.22 WIB pagi. Berdasarkan catatan seismograf, erupsi itu terjadi selama 450 detik dalam amplitudo 75 mm. Erupsi Merapi pagi ini menghasilkan kolom abu sebesar 6.000 meter dari puncak.
Sementara itu guguran awan panas meluncur sejauh 2 km yang mengarah ke arah Kali Gendol. Hujan abu akibat letusan, juga tak hanya terjadi di daerah lereng Gunung Merapi saja, bahkan kota-kota sekitar.
Beberapa daerah ikut terkena imbasnya seperti Boyolali, Klaten, dan Solo. Berikut fakta dan potret terbaru erupsi merapi yang terjadi belum lama ini.
Masih Berstatus Waspada

Instagram BPDB DIY
Letusan terbaru Gunung Merapi sempat membuat panik warga sekitar lereng. Sebelumnya, Merapi memang masih dalam status waspada, dan tidak ada tanda-tanda peningkatan status sejak ditetapkan 21 Maret 2018 silam.
Dilansir dari laman BPBD Sleman, hingga hari ini, Selasa (3/3), belum ada peningkatan status setelah erupsi yang terjadi pagi tadi.
Mengeluarkan Awan Panas

Instagram BPPTKG
Hampir sama dengan erupsi Merapi sebelumnya, awan panas atau biasa disebut wedhus gembel oleh warga sekitar tampak membumbung tinggi. Dari kejauhan, awan panas terlihat tebal di puncak Merapi.
Awan panas itu tidak tampak terlalu jelas karena udara masih diselimuti kabut pagi. Dari sisi selatan Jogja, Merapi tertutup kabut pagi, sehingga tak begitu tampak jelas.
Awan Panas Setinggi 6.000 Meter

Instagram/@jogjaku
Dilansir dari BPBD Sleman, awan panas yang muncul dari dalam kawah membumbung setinggi 6.000 meter dari puncak gunung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

Instagram BPPTKG
Letusan Gunung Merapi yang terjadi Senin (3/3) pagi ini, membuat sejumlah penerbangan di Bandara Adi Soemarno dibatalkan. Hal ini dikarenakan di landasan pacu terdapat abu yang bisa membahayakan penerbangan.
"Bandara Adisoemarmo close 1 jam ke depan, terkait dampak erupsi Merapi. Landasan dilakukan tes, positif terdapat abu Merapi," ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Danardewi.
Penutupan bandara dilakukan selama satu jam, mulai pukul 09.10-10.10 WIB. Danardewi berharap kondisi udara segera membaik dan penerbangan di Adi Soemarmo kembali normal.
Debu Vulkanik Turun

2020 Jogjaku.com
Debu vulkanik terdeteksi mengarah ke arah barat daya dan tenggara. Setelah letusan ini terjadi, ada beberapa laporan mengenai turunnya hujan abu di Boyolali, Jawa Tengah.
BMKG menyatakan adanya debu vulkanik terdeteksi ke arah barat daya tenggara pukul 06.00 WIB dari pantauan satelit Himawari. Dilansir dari Liputan6.com, debu vulkanik ini jatuh di beberapa daerah Boyolali, 30 menit setelah erupsi.
Hujan Abu hingga Solo

2020 antaranews.com
Liputan6.com melaporkan, hingga pukul 09.00 WIB, hujan abu terus terjadi. Bahkan, hujan abu itu juga menerjang Kota Solo, yang jaraknya kurang lebih 40 km dari Gunung Merapi.
Tidak hanya Solo, beberapa daerah di sekitar Solo, seperti Sukoharjo, juga terkena dampak hujan abu yang disebabkan erupsi Merapi pagi ini.
Masker Sulit Didapat

2020 antaranews.com
Masker menjadi salah satu alat yang bisa melindungi sistem pernafasan manusia saat terjadi hujan abu vulkanik. Sayangnya, keberadaan masker sedang langka seiring dengan kabar Virus Corona di Indonesia. Dilansir dari Liputan6.com, warga Solo juga merasakan dampak tersebut.
"Tadi terjadi hujan abu tipis pukul 8.00 WIB. Kita harusnya pakai masker, tapi tidak ada yang jual," terang Heru Santosa, warga Solo Baru saat diwawancara Liputan6.com.
Masyarakat Diimbau untuk Tidak Panik
Menindaklanjuti erupsi yang terjadi, BPPTKG masih akan terus menutup jalur pendakian, kecuali untuk penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana. Selain itu, BPPTKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa.
"Warga tidak (boleh) melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," imbau BPPTKG dilansir dari laman resmi mereka, Selasa (3/3).
Lewat siaran persnya, BPPTKG juga meminta masyarakat agar tidak terpancing pemberitaan tak jelas atau hoaks terkait meletusnya Merapi.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya