Warga Semarang Jadi Korban Salah Tembak di Amerika Serikat, Begini Harapan Keluarga
Merdeka.com - Pada Selasa (4/10), seorang warga negara Indonesia (WNI), Novita Kurnia Putri, menjadi korban salah tembak dalam sebuah peristiwa penembakan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Novita dilaporkan tewas setelah rumahnya ditembaki ratusan peluru oleh dua orang remaja yang masing-masing berusia 14 dan 15 tahun.
Peristiwa ini meninggalkan duka, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Keluarga Novita berharap jenazah bisa dipulangkan untuk dimakamkan di Kota Semarang. Namun hingga kini pihak keluarga belum mendapat kepastian kapan jenazah korban akan dipulangkan.
“Belum ada kepastian. Katanya masih proses,” kata Rifai Idris, kerabat Novita, dikutip dari ANTARA pada Selasa (11/10).
Pihak Keluarga Tidak Tahu

©gofundme
Rifai mengatakan, pihak keluarganya tidak tahu kenapa proses pemulangan jenazah Novita begitu lama. Apalagi pihak keluarga berharap kuat jenazah bisa dibawa pulang untuk dimakamkan di tanah kelahirannya di Kota Semarang. Sementara itu, suami Novita, Robert A Brazil, sudah menghubungi keluarga yang tinggal di Pudakpayung, Semarang.
Novita sudah 1,5 tahun tinggal di Amerika Serikat untuk mengikuti suaminya yang berprofesi sebagai angkatan udara. Sebelumnya pemerintah melalui KJRI Houston akan memfasilitasi pemulangan jenazah. KJRI Houston juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk memenuhi keinginan pihak keluarga almarhumah.
Harus Berhati-Hati
Terkait penembakan itu, Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim menyampaikan duka cita atas meninggalnya Novita.
Terkait dengan peristiwa ini, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Umar Hadi mengatakan bahwa Konsulat Jenderal RI di Houston selalu melakukan pemantauan WNI di kawasan tersebut.
“Perwakilan-perwakilan RI di luar negeri senantiasa berupaya sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik. Tapi kecelakaan bisa terjadi di mana saja. Oleh karena itu kita terus mengimbau pada WNI yang sedang perjalanan atau tinggal di negara-negara lain untuk terus berhati-hati,” kata Umar dikutip dari ANTARA.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya