Vaksinasi di Solo Capai 100 Persen, Ini Kata Wali Kota Gibran Rakabuming
Merdeka.com - Demi mencapai kekebalan kelompok, pemerintah terus menggenjot vaksinasi pada seluruh warga di berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Our World in Data, hingga Selasa (13/9), sebanyak 26,9 persen warga negara Indonesia sudah menerima vaksin COVID-19, sedangkan 15,3 persen warga sudah menerima dosis vaksin secara lengkap.
Namun di beberapa daerah, sudah hampir semua warganya menerima vaksinasi. Sebagai contoh di Kota Solo, Jawa Tengah. Di wilayah itu, vaksinasi COVID-19 sudah mencapai 100 persen dari target awal yang ditetapkan. Lalu bagaimana penjelasan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka terkait hal ini?
Sudah Melampaui Target

©Liputan6.com/Herman Zakharia
Gibran mengatakan, walaupun vaksinasi sudah dilakukan 100 persen berdasarkan target, kegiatan vaksinasi tetap dilakukan terutama menyasar kalangan pelajar. Dalam hal ini, ia nantinya akan melanjutkan pelaksanaan vaksinasi hingga mencapai 120-130 persen dari target.
Ketika disinggung mengenai capaian vaksinasi daerah di sekitar Solo yang masih jauh di bawah 100 persen, ia mengatakan bahwa Solo memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit.
“Kalau Solo kan penduduknya paling sedikit, maka capaian vaksinasinya terlihat paling cepat, paling banyak. Kalau di daerah lain ada yang di atas satu juta jumlah penduduknya,” kata Gibran dikutip dari ANTARA pada Rabu (14/9).
Tidak Seluruhnya Penduduk Solo

Youtube/Daerah Solo ©2021 Merdeka.com
Bagi Gibran, vaksinasi COVID-19 pada warga bukanlah ajang perlombaan antar daerah. Akan tetapi mewujudkan peran dalam membentuk kekebalan komunal.
Menurutnya, alangkah lebih baik apabila tingginya vaksinasi COVID-19 di Solo diikuti daerah lain di sekitarnya. Oleh karena itu ia mengaku senantiasa berkoordinasi dengan daerah lain mengenai vaksinasi ini.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan bahwa per 14 September 2021 capaian vaksin di Solo sudah mencapai 101,6 persen dari target 417.000 penduduk. Walau begitu dalam realisasinya tidak seluruh penerima vaksin merupakan penduduk asli Solo.
“Penduduk Solo saja baru 76 persen, dari target masih rendah. Kalau secara kualitas penduduk Solo belum tercapai, jadi saya justru mengejar penduduk Solo,” kata Siti.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya