Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teror Penyiraman Air Keras Pesepeda di Sleman, Ternyata Ini Alasan Pelaku

Teror Penyiraman Air Keras Pesepeda di Sleman, Ternyata Ini Alasan Pelaku pelaku teror penyiraman air keras. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Sejak Bulan Oktober 2020, warga Sleman dihantui teror penyiraman air keras oleh seorang pengendara motor misterius. Pengendara motor itu menjadikan pesepeda sebagai sasaran penyiraman itu. Siraman air panas itu membuat bagian kain yang dikenakan korban terbakar dan melukai kulit. Anehnya, sasaran siraman itu identik perempuan berambut pendek yang tengah bersepeda.

Pada Senin (30/12), tercatat sudah tujuh korban yang menjadi sasaran penyiraman air keras oleh pengemudi motor misterius itu. Pada Oktober 2020, dia melakukan aksinya di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Sedangkan pada 24 Desember, mereka melakukan aksi di Jalan Gito Gati, Pandowoharjo, Sleman. Terakhir pada 25 Desember, dia melakukan aksi di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman.

Namun setelah sekian bulan menjadi teror warga Sleman, pada akhirnya penyiram air keras itu berhasil tertangkap. Lalu apa alasan dia melakukan tindakan berbahaya itu? Berikut selengkapnya:

Tertangkapnya Penyiram Air Keras Misterius

pelaku teror penyiraman air keras

©Instagram/@smart.gram

Dalam sebuah video yang diposting akun Instagram @smart.gram, tampak seorang pengendara motor yang ditangkap massa. Setelah ditangkap, pengendara motor itu dibentak oleh para penangkap dan sesekali ditampar oleh penangkap yang lain.

Setelah penangkapan itu, pengendara motor dibawa warga ke kantor polisi. Diketahui bahwa pengendara motor itu merupakan pelaku penyiraman air keras yang dua bulan ini meneror warga Sleman.

“Hey kamu, berapa kali kamu (menyiram air keras kepada pesepeda)!” tanya salah seorang warga dengan nada tinggi.“Tiga kali,” kata penyiram air keras itu dalam video pada akun @smart.gram.

Gunakan Lem Dextone

pelaku teror penyiraman air keras

©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Menurut Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto, pelaku ditangkap pada Minggu (27/12) saat sedang mencari korban yang akan diincar. Anton mengatakan, dalam aksinya, pelaku melukai korban dengan memakai cairan lem G.

“Pelaku melakukan penyiraman kepada pesepeda perempuan dengan menggunakan lem Dextone. Lem tersebut kalau disemprotkan ke celana atau kain akan terbakar atau melukai kulit yang kena lem,” kata Anton.

Alasan Pelaku

ilustrasi patah hati

©2020 Merdeka.com

Anton mengatakan, dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu mengincar korban dengan ciri-ciri fisik berbadan agak gempal dan berambut pendek. Diketahui, pelaku mengincar korban dengan ciri tersebut karena mirip dengan perempuan yang dianggap telah menyakiti hatinya.

Kepada polisi, pelaku mengatakan ingin melampiaskan kekesalan terhadap mantan kekasihnya yang telah meninggalkannya tanpa kabar. Diketahui, mantan kekasih pelaku memiliki kebiasaan bersepeda di pagi hari.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP