Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan Hektar Lahan di Tulungagung Terendam Banjir, Begini Dampaknya

Puluhan Hektar Lahan di Tulungagung Terendam Banjir, Begini Dampaknya Banjir Cilacap. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Hujan tiada henti yang mengguyur kawasan Pulau Jawa menyebabkan bencana di sejumlah tempat. Termasuk di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Banjir yang terjadi di wilayah itu menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian terendam. Ini tidak terlepas dari jebolnya tanggul sungai di Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, hingga selebar 9 meter.

Belum ada rincian pasti areal sawah yang rusak terendam banjir. Pihak Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Tulungagung hingga saat ini masih melakukan pendataan.

“Data sementara ada 42 hektar sawah yang terendam (banjir),” kata Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana UPSDA I Brantas, BBWS Brantas, Junaedi dikutip dari ANTARA pada Jumat (12/11).

Ekonomi Lumpuh Total

banjir di aceh tengah dan selatan

©BPBD Aceh Tengah dan Selatan

Dilansir dari ANTARA, tanggul yang jebol akibat luapan air yang tak terbendung itu meluber hingga pesawahan dan pemukiman penduduk. Akibatnya, aktivitas perekonomian di beberapa desa nyaris lumpuh total.

Jalan-jalan terendam banjir hingga setinggi pinggang. Tak sedikit pula rumah yang ikut terendam. Bahkan kebun dan sawah lebih parah lagi. Untungnya, air bah cepat surut seiring aliran air yang menuju dataran yang lebih rendah.

Belum ada data pasti mengenai luas areal persawahan yang terdampak banjir. Namun yang pasti, hal itu membawa kerugian yang tidak sedikit bagi para petani.

“Mayoritas lahan berupa tanaman jagung. Kalau yang belum berbuah pasti gagal panen,” kata Junaedi.

Gagal Panen

banjir di muaragembong bekasi

©2021 Merdeka.com

Bencana banjir yang menggenang wilayah Tulungagung itu membawa kerugian yang tidak sedikit bagi seorang petani bernama Karim (60). Dia mengaku harus membabat tanaman jagung miliknya karena mati diterjang air. Padahal buah jagung miliknya sudah berusia 70 hari dan 30 hari lagi akan panen. Bahkan beberapa buah sudah terlihat tumbuh walau masih muda.

“Sudah tidak bisa dimanfaatkan sama sekali selain untuk pakan sapi. Kalau yang sudah isi, meski belum tua masih bisa dipanen,” kata Karim dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suprapti, mengatakan kalau hingga saat ini pihaknya masih mendata kerusakan tanaman milik petani. Dari laporan sementara, kerusakan terbesar adalah tanaman jagung.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP