Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesan Khutbah Gerhana Matahari yang Dilakukan Rasulullah, Perlu Diteladani

Pesan Khutbah Gerhana Matahari yang Dilakukan Rasulullah, Perlu Diteladani Gerhana matahari. ©REUTERS

Merdeka.com - Dalam kehidupan tata surya, tentu saja selalu ada berbagai fenomena-fenomena alam yang menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan. Fenomena-fenomena alam ini bisa terjadi setiap periode waktu tertentu, maupun hanya terjadi setahun sekali. Salah satu fenomena alam langka yang hanya muncul satu tahun sekali adalah gerhana matahari.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari. Pada posisi ini, cahaya matahari bisa tertutup sebagian saja maupun tertutup secara penuh. Berdasarkan posisi tertutupnya, gerhana matahari dibedakan menjadi empat jenis, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrida atau campuran.

Baca juga: Bacaan Doa Saat Gerhana Bulan Beserta Artinya

Bagi umat muslim, saat gerhana matahari terjadi sering kali diadakan shalat sunah gerhana secara berjemaah. Bukan hanya itu, biasanya juga dilakukan khutbah gerhana matahari saat pelaksanaan shalat gerhana berjemaah. Ternyata pelaksanaan sholat sunah dan khutbah gerhana matahari ini telah ada sejak zaman Rasulullah dan dilakukan hingga sekarang.

Konon pada zaman nabi, gerhana matahari sering dikaitkan dengan peristiwa kematian atau kelahiran. Anggapan ini pun semakin berkembang di masyarakat, sehingga Rasulullah memberikan penjelasan untuk meluruskan kesalahpahaman pada shalat sunah dan khutbah gerhana matahari.

Dalam khutbah gerhana matahari yang dilakukan Rasulullah pada zaman nabi ini pun terdapat beberapa pesan yang bisa diteladani. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum pesan khutbah gerhana matahari yang dilakukan Rasulullah pada zaman nabi, perlu Anda ketahui.

Gerhana Matahari Dikaitkan dengan Kelahiran atau Kematian

gerhana matahari total di amerika selatan

©REUTERS/Agustin Marcarian

Sebelum mengetahui pesan dari khutbah gerhana matahari yang dilakukan oleh Rasulullah, perlu diketahui terlebih dahulu seperti apa gerhana matahari yang terjadi pada zaman nabi. Pada saat itu, gerhana matahari yang terjadi sering dikaitkan dengan peristiwa kematian atau kelahiran. Misalnya, gerhana matahari cincin yang terjadi pada 26 Januari 632 M di Kota Madinah, bersamaan dengan wafatnya putra Rasulullah yang bernama Ibrahim.

Selain itu, gerhana matahari pada 24 November 569 M sebelumnya juga terjadi berdekatan dengan masa kelahiran Rasulullah SAW. Pada saat itu, terjadi gerhana matahari total, namun di Kota Makkah hanya tampak sebagian. Kedua peristiwa ini memunculkan anggapan di masyarakat bahwa akan ada peristiwa kematian atau kelahiran saat gerhana matahari terjadi.

Namun anggapan ini hanya berupa kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Kemudian pada zaman itu, Rasulullah memberikan khutbah gerhana matahari untuk menjelaskan bahwa antara gerhana matahari dan peristiwa kematian atau kelahiran tidak terdapat hubungan sama sekali.

Khutbah Gerhana Matahari yang Dilakukan Rasulullah

Setelah mengetahui kondisi gerhana matahari dan anggapan yang muncul di masyarakat pada zaman nabi, berikutnya Anda perlu mengetahui isi dari khutbah gerhana matahari yang dilakukan Rasulullah pada saat itu. Berdasarkan riwayat Aisyah, setelah mengerjakan shalat sunah gerhana, Rasulullah berdiri dan menyampaikan isi khutbah gerhana di hadapan para sahabatnya. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah berkata :

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bagian dari kekuasaan Allah. Gerhana bulan atau matahari terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat gerhana, takbirlah, berdoalah kepada Allah, kerjakan shalat dan bersedekahlah wahai umat Muhammad,” (HR Muslim).

Dari khutbah gerhana matahari yang dilakukan Rasulullah tersebut, jelas disampaikan bahwa fenomena gerhana matahari tidak ada hubungannya dengan peristiwa kematian atau kelahiran seseorang. Fenomena ini tidak lain adalah bukti dari kekuasan Allah. Dengan begitu, anggapan yang berkembang di masyarakat pada saat itu hanya kesalahpahaman semata. Sehingga pada kesempatan tersebut, Rasulullah mengajak seluruh umat untuk mengerjakan amal kebaikan ketika gerhana matahari terjadi.

Amalan yang Dianjurkan Saat Gerhana Matahari

gerhana matahari total di amerika selatan

©REUTERS/Chiwi Giambirtone

Setelah mengetahui isi dari khutbah gerhana matahari yang dilakukan oleh Rasulullah, terdapat beberapa anjuran bisa dilakukan oleh umat muslim saat terjadi gerhana matahari. Dalam khutbah gerhana matahari, Rasulullah mengajak umat muslim untuk mengamalkan bacaan takbir, berdoa kepada Allah, mengerjakan shalat sunah, dan bersedekah.

Berdasarkan riwayat Aisyah, Rasulullah mengerjakan shalat sunah dua rakaat saat terjadi gerhana matahari. Setiap rakaat terdapat dua kali gerakan rukuk. Rasulullah melaksanakan shalat sunah gerhana matahari ini di masjid kemudian diikuti oleh sahabat-sahabatnya dengan membuat shaf di belakang sebagai makmum. Hal ini pun seperti dijelaskan dalam HR. Muslim :

“Pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasul, beliau kemudian pergi ke masjid mengerjakan shalat, dan di belakang beliau orang-orang membuat shaf (menjadi makmum),” (HR Bukhari dan Muslim).

Diperintahkan Menjauhi Dosa Besar Zina

Selain anjuran shalat sunah, takbir, dan sedekah yang dijelaskan dalam khutbah gerhana matahari, terdapat pesan lain yang tidak kalah penting untuk diketahui. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dalam khutbah gerhana Matahari Rasulullah mengingatkan umatnya untuk menjauhi dosa besar, yaitu zina.

“Dianjurkan menyampaikan dua khutbah gerhana seperti khutbah Jumat setelah shalat sunnah gerhana sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Muslim. Di dalam riwayat itu disebutkan bahwa Rasulullah SAW berdiri lalu berkhutbah, memuji Allah SWT (sampai gilirannya beliau mengatakan) ‘Wahai ummat Muhammad, apakah ada yang lebih cemburu daripada Allah ketika melihat hamba laki-laki dan hamba perempuan-Nya berzina? Wahai ummat Muhammad, demi Allah, kalau sekiranya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian lebih banyak menangis dan lebih sedikit tertawa. Ketahuilah, sudahkah kusampaikan?”

Dengan begitu, dapat dipahami bahwa fenomena gerhana matahari menjadi kesempatan bagi umat muslim untuk melihat kebesaran Allah. Sehingga umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan baik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi setiap larangannya, termasuk berbuat dosa besar seperti zina.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP