Penjualan Hewan Kurban di Solo Lesu, Ternyata Ini Sebabnya
Merdeka.com - Menjelang Hari Raya Iduladha, biasanya penjualan hewan yang digunakan untuk prosesi kurban seperti kambing dan sapi meningkat. Namun hal sebaliknya justru terjadi di Kota Solo.
Di kota tersebut, penjualan hewan kurban justru lesu seiring dengan melemahnya kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19. Biasanya permintaan hewan kurban dari kota itu tak hanya berasal dari warga sekitar, namun juga berasal dari luar kota.
“Termasuk dari Jakarta sampai saat ini belum ada permintaan. Padahal kalau tahun-tahun sebelumnya satu bulan sebelum Hari Raya Idul Adha pesanan sudah sangat banyak,” kata Sri Mulyani, salah satu pedagang di Pasar Hewan Semanggi Solo.
Selain dari Jakarta, pesanan dari luar kota biasanya juga datang dari Boyolali, Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta. Ia mengatakan biasanya pesanan yang masuk dari satu pemesan adalah 1-3 rit. Untuk satu rit sendiri berisi sekitar 100 ekor kambing.
Tidak Mempengaruhi Kenaikan Harga Kambing

©2016 Merdeka.com/zul atsari
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, mendekati Hari Raya Iduladha, harga hewan kurban mengalami kenaikan. Tapi walaupun permintaan lagi lesu, harga hewan kurban tidak mengalami perubahan.
Menurut Sri Mulyani, kenaikan harga kambing sampai pada Senin (6/7) adalah Rp100.000-Rp200.000 per ekor. Makin mendekati hari raya, harganya bisa lebih tinggi lagi.
“Kalau sekarang harga kambing paling murah Rp 1,5 juta per ekor, sementara yang paling mahal adalah Rp 5 juta. Nanti saat mendekati hari raya harganya bisa mencapai Rp 7 juta per ekor. Tergantung dari besar kecilnya kambing,” ujar Sri Mulyani dikutip dari ANTARA.
Stok Masih Banyak

©2016 Merdeka.com
Meski permintaannya turun, Sri Mulyani tetap menyediakan stok hingga ratusan ekor, baik dari jenis Kambing Jawa maupun Gembel. Untuk kambing tersebut didatangkan dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Pacitan, dan Wonosari.
Sementara itu pedagang lainnya, Agus Sutrisno mengatakan pembelian kambing dari konsumen sangat rendah. Bahkan ada kalanya dalam satu hari tidak ada satupun yang terjual.
“Kalau tahun lalu pada saat seperti ini dalam seharinya bisa terjual sampai 10 ekor. Tapi saat ini saya paling banyak hanya bisa jual 1-2 ekor per hari. Mudah-mudahan nanti jelang Idul Adha permintaan bertambah,” kata Agus.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya